Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Perjuangan Sang Istri Prajurit Samudera

oleh

Oleh : Letkol Husni,S.Ag

Tahukah siapa kiranya wanita berhelm dengan motor tuanya itu..? Tentulah tidak kita tahu. Apalagi terlihat remang-remang dalam kondisi agak gelap. Tapi yang perlu.diktahui bahwa hati wanita ini tidak seremang-remanh kamar kosong atau segelap malam. Namun juga tak seputih salju.

Pertanyaan kenapa? Karena pastilah manusia hidup dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Namun dia ini bagiku sekemilau mutiara dan intan permata, yang ibarat jatuh dari Syurga.

Kita tidak melihat itu. Kita melihat bagaimana berjibaku dan semangat tinggi sang wanita ini. Motor tua merk Shogun produksi tahun 2001 yang digunakan setiap hari untuk segala kebutuhan , masih menjadi teman setia kemana saja pergi dia mencari kebutuhan dan keperluan rumah tangga. Lihat saja siapa yang duduk di belakangnya. Anak tercinta belahan jiwa yang semangat menemaninya kemana ia pergi.

“Oh, iya, saya katakan mencari kebutuhan keluarga bukan berarti tak punya suami. Pastilah punya. Kemana suaminya. Adalah. Ntar juga tahu,” ungkapan hatinya.

Wanita ini selain mengurus rumah tangga juga menjual produk tupperware untuk tambahan kebutuhan keluarga. Kadangkala juga bunga anggrek. Nah, Aku dengar kedepan mencoba jualan produk minyak wangi bahan baku minyak nilam. Mantap khan. Itu adalah sebagai tambahan sedikit-sedikit dan kadangkala lebih dari sedikit.

Sang suami emang tak beri belanja. So pasti diberi. Bahkan segalanya diberikan. Tapi memang karakternya ingin mandiri tidak hanya menerima dari suami, jadi dinikmati. Hehe., cetusnya.

Saat ini sang suami tak bersama. Lho kemanakah dia. Apa mau lari dari tanggungjawabnya. Akh ngak. Ngak mungkin lah. Emang kita suami apaan ngak memberi kebutuhan hidup lahir dan bathin.

Nah, berbicara nafkah lahir mungkin ngak masalah. Namun kalau nafkah batin masalah sedikit.Setelah diteliti rupanya sang suami kerjanya sebagai abdi negara, Prajurit Samudera. Saat ini ya harus pisah sesaat. Saling mendukung dan alhamdulillah masih bisa dijangkau jika mau jumpa setelah beres mengurusi keperluan anak-anak. Tak jauh tugasnya, ya di Sabang.

Waduh kok lupa ya? Motor shogun ini setiap bulan jika kami bersama dipakai kemana saja jalannya. Belanja bulanan usai gajian. Membeli bunga.Menjual tupperware dan kemana aja dekh. Kami suka menggunakan motor kenangan. Motor yang di beli ketika bertugas di Lanal Dumai sekitar tahun 2001.Jadi usianya sekitar 20 tahun. Cukup lama bukan. Tapi masih keren lho. Masih bisa starter langsung jreng..

Nah, kalau belanja sendiri katanya, sedih karena biasanya berdua kemana-mana. “Sudah, istri prajurit harus kuat mental. Tahan banting dan multitalenta”, kataku memberi semangat. “Tapi, mama khan bukan prajurit. Rindu lho Pa”, rengeknya.Normal lah demikian.

Rengekan sang istri merupakan buah dari kasih sayang.Namun bukan berarti mampu menghentikan langkah sang suami sebagai prajurit untuk berhenti dan mundur dari medan tugas. Bukan tak sayang. Bukan tak rindu. Namun tugas menjadi lebih utama. Ntar cuti bisa dirapel kasih sayangnya.

Istri prajurit memang luar biasa. Siap menjadi istri prajurit maka siap menjadi janda mekipun bukan janda benaran. Demikian pernah saya dengar dari berita yang ada. Namun, masalah janda atau tidak semua sudah dicatat oleh Tuhan kapan jadwal kembalinya.

Tabah sampai akhir menjadi motto semangat yang menghibur diri dan keluarga bahwa hidup ini memang harus tabah dengan segala resiko yang diterima. Mau menangis tidak menyelesaikan permasalahan.Semua sudah diatur oleh pemilik alam semesta.

Pesan-pesan ini berulang kali Saya sampaikan kepada sang istri sebagai bahan semangat dan inilah hidup nyata. Berjuang bersama sering kita jalankan ketika masih dinas berkumpul sama keluarga. Kalau sudah perintah dinas tak mungkin bersama. Tentunya pasti bersama sekali-kali. Sekali lagi, bukan tak mau berjalan bersama. Pastilah mau. Ke pajak, Mall, toko buku, penjualan bunga, dll sebagai bukti kasih sayang masihlah ada. Forever bahasa Inggrisnya.

Sabarlah saat ini diuji untuk sendiri dahulu dalam mengarungi bahtera. Istri Prajurit samudera memang luar biasa. Bertalenta dalam suka dan duka. Jadi sudah paham kan siapa wanita yang menaiki sepeda motor tua, merk shogun terbitan tahun 2001, ya, istriku, Nurhayati Lubis, wanita yang lahir 43 tahun (13/8/78 – 13/8/2021) yang lalu di kota berminyak, yaitu Kota Dumai. Selamat ulang tahun istriku, berkah umur dan sehat selalu serta tabah menjadi istri prajurit Samudera..(*).

Penulis : Letkol Husni,S.Ag