example banner

APACD Tolak Keberadaan KAMI di Aceh

oleh -116 views

example banner

example banner

Laporan | Misran

BANDA ACEH (AD) – Ratusan Mahasiswa dan Pemuda Aceh yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Aceh Cinta Damai (APACD), menolak kehadiran Koalisi Aksi Penyelamatan Indonesia (KAMI) di Provinsi Aceh.

example banner

Penegasan penolakan KAMI di Aceh, seraturan orang tersebut lakukan unjuk rasa di Tugu Bank Aceh, Bundaran Simpang Lima, kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Kamis, 12 November 2020. Seperti dilansir atjehdaily.id di lapangan.

Demikian tegas koordinator APACD, Rahmad; dalam orasinya. APACD menolak kehadiran KAMI dan menuntut Presiden Perancis, Emmanuel Macron atas tindakan penghinaan yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW.

BACA..  Rumah Baca Lentera Raih Penghargaan Delapan Terbaik Nasional 2020

Rahmad mengatakan pihaknya akan terus mengawal keberadaan KAMI di Aceh. “Kami menginginkan perdamaian dan keamanan, jangan gara gara kepentingan elit politik, Aceh dijadikan sebagai sasaran untuk memuluskan misinya,” tegasnya.

APACD menuntut beberapa persoalannya yang dianggap dapat membawa pelemahan perdamaian yang ada di Aceh

“Ada upaya upaya pelemahan perdamaian di Aceh, jangan sampai perdamaian Aceh yang telah terbangun terganggu dengan kepentingan elit Politik,” ucap Rahmad.

BACA..  Dua Maling Bobol Rumah Dibekuk Warga

Kehadiran kelompok KAMI di Aceh mencoba mengganggu perdamaian Aceh. Jangan bodohi Masyarakat Aceh dengan kepentingan elit politik.

“Masyarakat Aceh menginginkan perdamaian yang hakiki di Aceh. Oleh karena itu Masyarakat Aceh dengan tegas menolak rencana deklarasi KAMI di Provinsi Aceh,”.

Massa ini juga meneriaki Haram hukumnya KAMI ada di Aceh. “Hari ini keberlanjutan Perdamaian Aceh ada di Masyarakat. Jangan karena  kepentingan elit politik di Aceh dapat mengobok obok Aceh,” teriak massa

BACA..  Camat Kota Kualasimpang Salurkan Sembako Bantuan

Tidak hanya itu, pada kesempatannya, Rahmad juga menyinggung bahwa Aceh saat ini sedang memperingati hari maulid Nabi. Penghinaan oleh Emmanuel Macron terhadap Nabi Muhammad SAW adalah pencemaran terburuk yang sangat melukai hati masyarakat muslim di seluruh dunia.

“Presiden Perancis, Emmanuel Macron adalah teroris sesungguhnya, oleh karena itu masyarakat Aceh siap untuk memboikot Produk Produk Perancis”, teriak Rahmad.(*)