banner 700250

Inilah Kondisi Kampung Kami ‘Pak’

oleh -246 views

KUALASIMPANG (AD) – Secuil kalimat diatas, menggambarkan duka terdalam warga Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sebab jalan yang menghubungkan dari Kampung Babo ke Kecamatan Simpang Jernih Aceh Timur bak kubangan.

“Hari ini, kami terperanjat serta sangat berterima kasih kepada bapak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Pemerintah Aceh, Nova Iriansyah yang memenuhi asa kami dan meninjau langsung pembangunan jalan poros tengah yang menghubungkan Aceh Tamiang – Aceh Timur. Bapak orang pertama yang mengunjungi kampung kami,” tegas Sekretaris Mukim Sangka Pane, Ashari Kasim kepada atjehdaily.id, Sabtu, 12 September 2020

Sangat beralasan, Plt Gubernur Aceh mendatangi rakyatnya di kabupaten paling Timur Aceh. Apalagi jalan poros yang menghubungkan Aceh Tamiang – Aceh Timur masuk didalam program Multi Years Contract (MYC) tahun jamak Aceh Hebat.

BACA..  Pemerintah Bangun 8.342 RLH di Seluruh Aceh

Ashari mengatakan, sejak Kampung Babo berdiri tahun 1925, masyarakat tidak pernah menikmati jalan bagus, apalagi beraspal. Namun asa mereka mulai terobati dengan janji pemerintah, ketika Gubernur Aceh Ibrahim Hasan pada tahun 1985 mencanangkan 10 jalan terobos dipedalaman Aceh, termasuk salah satunya poros jalan yang menghubungkan Aceh Tamiang – Aceh Timur sepanjang 65 kilometer.

BACA..  Bentrokan Bersenjata TNI-Polri Dengan KKB Sabinus, Satu Tewas

Dia mengisahkan, tahun berganti dan Gubernur Aceh pun beralih, dari Ibrahim Hasan ke Symasuddin Mahmud, dan program itu berubah menjadi 10 jalan terobos. Juga masyarakat pedalaman Aceh Tamiang belum menikmati jalan yang bagus.

Lalu beralih ke Abdullah Puteh, program jalan itu berubah lagi nama menjadi Ladiagalaska, karena terlalu banyak mendapat protes dari aktifis lingkungan, hingga jalan itu menjadi terbengkalai pembangunannya.

Dan pada akhirnya, ditangan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah-lah 11 sekmen jalan poros tengah yang masuk program MYC (Aceh Hebat) berhasil dilaksanakan dan akan tuntas pada akhir 2021 nanti. “Saya kira, ini rahmat Allah, 92 tahun kami hidup dijalan yang berkubang dan berdebu, Terima kasih bapak Nova,” kata Ashari terharu.

Jelas Ashari, jalan poros tengah program Aceh Hebat tersebut sangat diperlukan, sebab merupakan lintas utama dari dan ke Aceh Tamiang menuju Simpang Jernih, Aceh Timur, untuk peningkatan ekonomi.

“Bagaimana tidak, hasil komoditi yang selama ini tidak mencapai qualitas, bisa terpenuhi. Sebab jalannya sudah beraspal, selain mempersingkat waktu, hasil komoditi masyarakat tidak membusuk. Terutama itu, sawit. Kalau musim penghujan, bisa sehari atau dua hari masyarakat mengeluarkan komoditi yang, akibat jalan yang berkubang, sampai di penjualan, kualitas menurun, harga juga ikut menurun,” tegasnya.

Dongkrak Hasil Produksi dan Ekonomi

Hal yang sama juga disampaikan Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Babo, Paimin; selain mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, juga mampu mendongkrak produksi hasil bumi didua lintas Kabupaten.

Apalagi kedepan, jalan proso tersebut sudah beraspal, “Saya yakini, 3 tahun kedepan peradaban masyarakat Babo berubah, pertumbuhan ekonomi baru akan tumbuh dan berkembang didua wilayah Kabupaten berbeda,” kata Paimin yakin.

Selain itu, mempersingkat jarak, waktu tempuh, digambarkan kalau 7 tahun lalu, masyarakat Babo yang akan ke Kota Kualasimpang butuh waktu 2 sampai 3 jam diperjalanan, kalau tidak bergumul dengan debu pasti dengan lumpur.

“Kini, kita harus berterima kasih kepada pak Plt Gubernur Aceh, Nova. Berkat perjuangan beliau jalan tembus poros tengah program Aceh Hebat bisa dilaksanakan. Jangan pernah bosan perhatikan kami disini pak, Terima kasih,” pungkas Paimin. (Syawaluddin).