Dukung KLB Sibolangit, Ini Kata Wakil Ketua Demokrat Pidie Jaya

oleh -170 views
Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Pidie Jaya Marzuki,SH

example banner

Laporan | Teuku Saiful

Pidie Jaya (AD) – Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kabupaten Pidie Jaya Marzuki, S.H (Cek Ki) mendukung hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diselenggarakan di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara, Jumat (5/3) lalu.

Cek Ki menilai saat ini Partai Demokrat sedang berada dalam fase krisis kepemimpinan. Jadi KLB sebuah keharusan untuk pergantian tampuk pimpinan di Partai Demokrat, kata dia.

Marzuki menjelaskan, kehadirannya di KLB Sibolangit semata-mata karena mencintai Partai Demokrat dan berharap partai yang memiliki corak biru itu lebih maju dan modern, ujarnya.

“Kita menginginkan partai ini ke depannya lebih baik, lebih moderen dan maju. Maka kita berharap, kalau ada krisis kepemimpinan, atau ada krisis kepercayaan di internal partai, maka solusinya, sesuai AD-ART, yakni adalah kongres luar biasa,” kata Cek Ki saat dijumpai media ini di kawasan Keude Ulegle, Pidie Jaya, Jumat, (12/03/2021).

Cek Ki mengharapkan ada perubahan ditubuh partai berlambang Mercy tersebut, kata dia, Demokrat membutuhkan pemimpin yang egaliter dan humanis.

“Demokrat butuh pemimpin yang mampu menyatukan semua faksi yang ada di dalam internal partai,” ujar Cek Ki.

Terkait keikutsertaannya di KLB Sibolangit, Marzuki mengatakan kepada sejumlah awak media di Pidie Jaya “Saya dihubungi secara langsung oleh Jhoni Allen untuk menjadi peserta KLB di Deli Serdang, Sumut. Saya salah satu yang mewakili Pengurus Partai Demokrat Pidie Jaya,” kata dia.

Menurutnya, keikutsertaannya sebagai peserta KLB tersebut tidak mendapat mandat dan tidak diberi mandat dari DPC Pidie Jaya atau DPD Demokrat Aceh.

“Namun, sejauh ini saya masih sebagai pengurus dan mempunyai hak suara yang sah dari DPC Demokrat Pijay karena pengurus sekarang belum ada SK kepengurusan yang sah,” ungkap Marzuki.

Tujuan dari pelaksanaan KLB tersebut jelas Marzuki, selain membahas hasil kongres Partai Demokrat tahun 2020 yang memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum yang sudah menyalahi aturan dan AD/ART partai, pihaknya juga ingin mengembalikan serta menegakkan bahwa Partai Demokrat menjadi partai modern dan terbuka.

“Kami sebagai peserta mempunyai tujuan yang sama untuk memperbaiki partai sehingga Partai Demokrat kembali kepada khitahnya dalam menampung aspirasi kader dan masyarakat,” ungkap Marzuki.

Diketahui, seperti diberitakan oleh sejumlah media nasional dan lokal, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang berlangsung di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3) lalu, menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Memutuskan, menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” kata Jonny Allen sebagai Pimpinan Sidang KLB.

Dalam acara itu para kader mengusulkan nama Marzuki Ali dan Moeldoko untuk ditetapkan sebagai Ketua Umum. Namun akhirnya Moeldoko langsung ditetapkan sebagai Ketua Umum Demokrat, pungkas Cek Ki (*).