Lagu Ngopi, Wartawan dan Petinggi YARA "Diusir"

oleh -132 views

Banda Aceh, AP-Bagaimana perasaan anda, bila lagi enak enaknya menikmati secangkir kopi tiba tiba datang sekelompok orang meminta anda pindah? tentu kecwewa kan?, apalagi meja kopi itu bukanmilik mereka.

Kondisi seperti itu dialami langsung seorang wartawan bernama Rudi. Dia datang ke warung Kopi 88 Lamdingin demi memenuhi undangan Sekjen Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Fakrurrazi. YARA adalah LSM terkenal aktif dan ternama saat ini di Aceh.

Mereka diminta segera pindah dari warung itu oleh Tim Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI dari Partai Demokrat.  Padahal mereka sedang menikmati kopi pagi di warung langganan mereka. Kejadian itu terjadi, Jumat 9 November 2018 sekitar Pukul 10.00 WIB..

Pengusiran mereka dengan dalih rombongan Partai Demokrat akan menggunakan fasilitas yang dianggap telah disewa dan akan digunakan untuk lokasi kampanye politik mereka.

BACA..  KKP Segera Realisasikan Kebijakan Perlindungan untuk Nelayan Lumajang

Saat itu, Sekjend YARA Fakhrurrazi dan beberapa pengurus sedang mendampingi warga Kota Lhokseumawe yang sedang konsultasi hukum. Tiba-tiba saja tim Teuku Riefky Harsya datang dan meminta karyawan warung dan menyuruh Fakhrurrazi bersama temannya angkat kaki dari meja yang telah disewa untuk acara mereka.

Saat ditanya oleh media ini, mengapa hal itu bisa terjadi, Fakhrurrazi mengaku tidak mengerti dengan sikap tim Teuku Riefky Harsya. “Apa lagi kami duduk masih dalam keadaan sepi, juga tidak ada petugas warung yang memberitahukan bahwa tempat tersebut akan ada acara, ” jelasnya.

Arogansi yang diperlihatkan oleh Tim Anggota DPR RI tersebut, seharusnya tidak boleh terjadi, apalagi penggunaan warung 88 ini, hanya digunakan untuk salah satu acaranya yaitu, penyampaian visi dan misi para Caleg DPRK Partai Demokrat Dapil Kuta Alam kepada masyarakat.

Sebelum para Pengurus YARA beranjak pergi, ada salah satu anggota Tim yang datang menghampiri dan meminta maaf kepada Pengurus YARA, dan mengatakan bahwa ada kesalahpahaman.

Sementara itu, Rudi yang juga menjabat pimpinan salah satu media, saat itu baru saja datang dan ingin bertemu dengan teman-temannya, juga mengaku sangat kecewa dengan tindakan tim Teuku Riefky Harsya yang bertindak semena-mena.

“Ini kan warkop, tempat umum, kita minum kopi. Kita duduk disitu kan bukan mau meliput berita,” ujar Rudi kecewa.

Walaupun tempat tersebut sudah disewa sepenuhnya, tapi tidak ada hak Teuku Riefky Harsya maupun timnya mengusir orang yang berada di lokasi itu. “Ini kan arogan namanya? apa juga katanya nasionalis, religius, tapi perbuatan seperti itu. Kami sangat kecewa dengan Teuku Riefky Harsya karena punya tim arogan seperti itu,” terang Rudi kepada media atjehdaily.id.

BACA..  Cegah Kejahatan, Polri dan Polisi Selandia Baru Tanda Tangani Kerjasama

Kejadian tersebut menurut Rudi, tampak aneh tapi nyata. “Mengadakan acara di tempat umum, tapi takut diliput wartawan,” tambahnya.

Selain itu, Dahlan, yang juga aktivis YARA, mengaku sangat kecewa karena sikap yang tidak bijak ditunjukkan oleh tim Riefky. “Kita disini duduk bayar sendiri, bukan minta dibayar mereka. Kalau memang mereka mau tidak dilihat wartawan, kan bisa mencari tempat tertutup, bukan ditempat umum seperti ini,” tuturnya Dahlan kecewa.

Meskipun sempat dilontarkan kata-kata, bahwa acara tersebut tidak dibolehkan ada wartawan meliput, tetapi tampak salah satu wartawan media online turut berada di acara tersebut. (TM)