FWOI Aceh Sesalkan Aksi Pengusiran Wartawan di Warung Kopi

oleh -63 views

Banda Aceh, AP-Akhir akhir ini makin banyak kasus pengusiran wartawan terjadi, salah satunya terjadi di Aceh, tepatnya saat sang wartawan sedang menikmati secangkir kopi di Warung 88 Lamdingin, Banda Aceh. Kejadian tersebut menjadi perhatian serius petinggi perkumpulan wartawan online di Aceh.

Ketua Forum Wartawan Online Indonesia (FWOI) Aceh, Muktarrudin Usman, sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh tim anggota DPR RI dari Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, yang disebut telah mengusir wartawan dari warkop 88 Lamdingin Banda Aceh,  Jumat 9 November 2018.

BACA..  Polda Aceh Amankan 100 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

Menurut Muktarrudin Usman, pengusiran yang dilakukan tim Teuku Riefky Harsya, sangat tidak wajar, karena mereka dinilai membuat acara di tempat umum.

“Besok besok kalau tidak mau diliput wartawan, tidak mau ada wartawan di lokasi acara, silahkan buat kegiatan di kamar pribadi atau di rumah pribadi. Jangan buat acara di tempat umum,” kata Muktarrudin, Sabtu, 10 November 2018.

BACA..  Tim Humas Kanwil ATR/BPN RI Aceh Kunjungi Redaksi Atjehdaily.Id

Selain itu lanjut Muktar, kalau ingin tidak ada yang melihat dan meliput acaranya, Teuku Riefky Harsya diminta buat pengumuman khusus.

“Silahkan buat pengumuman bahwa acara itu khusus kalangan dia saja, biar wartawan tidak ada yang datang,” tegasnya.

Seharusnya, saran Muktar,  Tim Riefky Harsya dapat mencontoh cara Presiden RI saat melakukan kegiatan di tempat keramaian, terutama di warung kopi.

BACA..  DPRA Ingatkan Pemerintah Aceh Untuk Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan

“Presiden saja tidak pernah mengusir pengunjung saat dia masuk ke sebuah warung. Kok ini acara politik tapi takut diliput, ada apa?” tanya Muktar.

Sebelumnya dikabarkan, tim Teuku Riefky Harsya mengusir wartawan yang hendak bertemu petinggi dan pegurus YARA. Mereka mengira, wartawan itu hendak meliput acara politik mereka. Namun parahnya, bukan saja wartawan yang diusir, namun petinggi LSM YARA  pun ikut diusir dari warung kopi itu. (TM).