Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Revitalisasi Stadion Utama Cot Gapu, Pedagang Keripik Bakal Kena Gusur

oleh

Bireuen (AD) Pemerintah Kabupaten Bireuen merencanakan dalam waktu dekat akan melakukan revitalisasi Stadion Cot Gapu, Bireuen menjadi Taman Terbuka Hijau (TTH), dampaknya puluhan pedagang kecil yang menempati Kios Kripik dipastikan akan kena gusur.

Bukan hanya itu, sejumlah warung yang menempati sebelah barat stadion yang diklaim milik Gampong Cot Gapu, pun menerima imbasnya, kendati tidak selembar surat pemberitahuan di berikan kepada pemilik warung tersebut. Bahkan selama ini, dinas/instansi terkait pun tidak pernah sekalipun berembuk dengan Geuchik Gampong menyangkut pembongkaran itu.

Kadis Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Ir Alie Basyah kepada media ini, mengatakan jika pihaknya sudah mengirim surat pemberitahuan awal September 2021 yang meminta pemilik kios membongkar dengan dead line, 15 September 2021. Jauh sebelumnya, kata Ali Basyah, juga sudah mewanti-wanti mereka untuk membongkar kios seputaran Stadion Cot Gapu, karena akan direvitalisasi menjadi TTH.

Disinggung tenggang waktu yang diberikan kepada pemilik kios Keripik dan lainnya, terlalu singkat, menurut Ali Basyah, bukan satu alasan, karena jauh sebelumnya mereka telah diimbau untuk membongkarnya. Menyangkut Warung di Sebelah Barat, disebutnya, tanah nagara dan tentunya akan di bongkar Apalagi berdiri bangunan warung=warung, disebutnya tidak memilki izin dan tidak ada solusi untuk penyelesaian baik kios-kios kripik dan warung – warung yang di klaim geuchik adalah milik Gampong Cot Gapu.

Seorang pemilik kios, Herman yang juga Ketua Pemuda Cot Gapu, kepada media ini, mengaku tidak menghalangi Pemkab Bireuen untuk merevitalisasi stadion menjadi RTH, namun batas waktu untuk membongkar terlalu singkat, yang ia terima surat tersebut, tanggal 30 Agustus 2021 dan di surat tersebut, bangunan kios harus dibongkar 15 September 2015.”Hanya punya waktu 15 hari, itukan perlakuan tidak manusiawi terhadap kami,” sebutnya, seraya mengatakan pemilik warung, tidak menerima surat pemberitahuan yang ditandatangani, Kadis Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Ir H Alie Basyah, M.Si, sehingga staf dinas harus mengurung niatnya memberi surat, tersebut, Ia menyampaikan jika warung yang berdiri di atas tanah itu, merupakan tanah desa dan akan dipertahankan oleh warganya.

Diakui, jika sebelumnya tidak pernah diimbau untuk membongkar kios-kios tersebut pada kedatangan pertama ke lokasi itu, karena kedatangan staf Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi, dan UKM, hanya untuk meminta KTP pedagang keripik dan lainnya, dan mereka tidak pernah menyinggung masalah Stadion yang akan dibongkar. Barulah pertengahan Agustus 2021 datang Kadisnya, Ir Alibasyah yang mengimbau untuk di bongkar bangunan Kiosnya, dan seterusnya pemilik kios mendatangai kantor dinas itu, untuk menyampaikan keluhannya, mayangkut batas waktu untuk diperpanjang, sekalian mereka mencari tempat baru, atau direlokasi oleh Pemkab Bireuen.”Baiknya terhadap pemilik kios dapat diberikan sedikit dana untuk pindah, apalagi di masa pandemi covid 19, ekonomi cukup sulit,” sebut Herman

Sementara itu. Geuchik Gampong Cot Gapu, M Nasir kepada media ini mengatakan, tanah yang disebelah barat, stadion adalah milik desa, dan tidak pernah sekalipun pihak dinas / instansi terkait untuk urun rembuk, dengan aparat desa Cot Gapu.”Baru hari ini, Sabtu , 11 September 2021 saya diundang untuk membicarakan masalah tersebut, itu pun disampaikan pun lewat warga kami, Darkasi untuk datang di salah satu Cafe di jalan elak Cot Gapu,” aku M Nasir.

Sebagai Geuchik disebutnya, akan berupaya mempertahankan milik desa, dan pihaknya pun akan membongkar sendiri warung-warung tersebut, dan akan membangun sendiri pula sesuai ketentuan, tanpa melibatkan pihak lain. Sudah lebih dare 30 tahun tanah tersebut kami kuasai, dan itu adalah milik Gampong kami. Menyangkut kios dipinggiran jalan Banda Aceh-Medan, itu hak mereka membongkarnya , dan sama saya, tidak permasalahkan masalah itu, karena memang milik Negara,” pungkas M Nasir.

Tapi sampai Berita ini diturunkan, belum diperoleh hasil pembicaraan tersebut dengan instansi terkait yang dalam hal ini, Kadis Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Ir Ali Basyah. Seperti diamati media ini, di lokasi satu Cafee di Jalan Elak Cot Gapu, sedang menunggu Kadis Ali Basyah yang sampai petang masih menunggu kehadiran geuchik. Namun sumber media ini menyebutkan geuchik baru datang, sorenya, mengingat keterlambatan kehadirannya, karena dipengaruhi hujan yang sangat deras (Maimun Mirdaz).