Jelang Masa Penutupan, Toke Makmur Daftarkan Diri ke Sekretariat Kadin Aceh

oleh -74 views

Banda Aceh (ADC)- Jelang masa penutupan pendaftaran, H. Makmur Budiman akhirnya mendaftarkan diri sebagai calon ketua Kadin Aceh.

Pada Saat mendaftar bakal calon ketua Kadin Aceh di Sekretariat Panitia Musprov VI Kadin Aceh, yang beralamat di Kampung Ateuk Banda Aceh, Selasa 11 Juni 2019, H Makmur turut didampingi ketua Kadin Aceh Besar Iskandar Ali dan ketua Kadin Banda Aceh Muntasir Hamid.

Makmur Budiman yang akrab disapa Toke Makmur, merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Aceh Besar yang juga tercatat sebagai Pengurus Nasional HKTI dan Ketua ISEI Banda Aceh.

Nama pemilik PT. Tenaga Inti tersebut, telah berkiprah lama dalam dunia usaha baik perusahaan jasa kontruksi serta perkebunan sawit. Ia mengaku dapat dorongan dari teman-teman pengusaha untuk maju sebagai ketua Kadin Provinsi Aceh.

“Hari ini saya didorong oleh teman-teman kadin kabupaten/Kota untuk ikut bursa calon ketua Kadin Aceh,” ujar Toke Makmur.

Toke Makmur juga menyebukan, ekonomi di Aceh saat ini didominasi oleh dunia kontruksi. Oleh karenanya, ia berencana mengembangkan UMKM di daerah untuk menghasilkan banyak pengusaha di Aceh.

“Karena suatu daerah akan bisa berkembang, dengan munculnya banyak pengusaha seperti di negara maju,” sebutnya.

BACA..  Buka Rapat, Ketua DPRA: Dinamika Dalam Pembahasan Jadi Referensi

Selain itu, dirinya juga berencana mengakhiri polemik defisit perdagangan antara Aceh dengan Medan. Dimana menurutnya, mengatasi naraca defisit perdagangan menjadi salah satu tugas Kadin.

“Saat ini Aceh defisit dengan medan mencapai angka 35 triliun,” ungkap Toke Makmur.

Untuk mengatasi hal itu, menurutnya, perlu adanya tahapan yang matang seperti melakukan inovasi industri untuk menggerakkan ekomoni Aceh. “Bagaimana kita tidak lagi mendatangkan telur dari medan, tapi kita akan memproduksinya sendiri, begitu juga dengan air mineral.” pungkasnya.

Lebih lanjut ia juga menambahkan, bahwa dalam membangun dunia usaha, Kadin harus berperan sebagai fasilitator yang dapat mensinergikan pemerintah, akademisi, praktisi dengan swasta dan UMKM dalam rangka mendorong dan memajukan sektor bisnis.

“Kadin harus ambil peran mensinergikan pemerintah, praktisi, akademisi dan dunia usaha,” tutup calon kandidat Kadin Aceh ini. (Ahmad Fadil/Rel)