Proyek Rehab Pasar Seunudon Terkesan Asal Asalan, Pedagang Kecewa

oleh -66 views

Aceh Utara (ADC)- Pelaksanaan proyek  rehap pasar Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, diduga dikerjakan asal – asalan alias asal jadi, akibatnya, kini proyek tersebut mulai hancur berantakan dan uang negara telah dirugikan.

Hal itu diungkapkan salah satu pedagang di pasar tersebu. Pedagang bernama Umar Samidan tak tahan melihat ketimpangan dan akhirnya dia ungkap hal itu kepada atjehdaily.id,  Rabu, 10 Januari 2018.

“Pekejaan itu diduga asal – asalan dimana pekerjaan rehab tersebut dalam jangka waktu 15 hari siap dan ini enggak masuk akal,”  bebernya Umar.

Sebut Umat, pasar yang direhab itu sekarang banyak item item pekerjaan yang sudah pecah dan hancur.

“Seperti saluran pembuang air ikan, lantainya pun tidak padat, dikarenakan tanahnya sudah turun akhirnya lantai tersebut tergantung,” ujarnya.

Lanjut Umar yang didampingi beberapa pedagang ikan lainnya, mereka mengaku tidak mau menempati tempat itu, bila pihak dinas terkait dan rekanan yang mengerjakan perkerjaan itu tidak memperbaiki kembali pasar ikan tersebut sesuai seperti RAB.

BACA..  BPKS Gelar Rapat Dengan Dewan Pengawas Yang Baru

“Kami ingin dikerjakan sesuai spek,” sebut pedagang itu.

Terkait hal ini, Mansuri,  Kabid Pasar di Disperindag Aceh Utara saat dihubungi oleh awak media ini membenarkan dan dia tak mau bertanggungjawab.

“Tapi itu bukan di bawah kami cuma mereka memberi tahu sama kami, pengerjaan itu langsung dari Provinsi yang sumber dananya dari APBA sebanyak 200 juta rupiah dan PPTKnya juga di sana,” uarnya.

Geuchik Keude Simpang Jalan, Syaharil Asnawi saat diminta keterangan oleh media ini mengatakan dirinya juga sangat kecewa dengan pengerjaan rehab pasar itu asal – asalan dimana dalam pembangunan pasar itu tidak sesuai seperti harapan pedagang.

“Pihak rekanan tidak melapor pada pihak kecamtan dan pemerintah desa,” ujarnya.

Camat Seunuddon, Fatwa Maulana, S.Sos. M.Si saat diminta keterangan oleh media ini juga tidak mengetahui adanya pengerjaan rehap pasar ikan dan pihak rekanan tidak melapor ke pihak Kecamatan dan Desa.

“Kami juga tak tahu,” pungkasnya. (Sayed)