Disdikbud Kota Banda Aceh Gelar Pelatihan Penulisan Ilmiah

oleh -127 views
example banner

Banda Aceh (AD)- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Pelatihan Penulisan Ilmiah untuk melatih para guru menuliskan kreativitas dalam mengajar.

Kegiatan pelatihan tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Dr. Saminan Ismail, M.Pd, Senin 9 November 2020 di Hotel Rasa Mala Indah, Banda Aceh.

Pelatihan penulisan ilmiah ini, berlangsung selama tiga hari, dan diikuti oleh  114 peserta yang berasal dari guru SD dan SMP se Kota Banda Aceh.

BACA..  Kakanwil Kemenag Aceh Launching Madrasah Plus Ketrampilan, ini Yang Disampaikan

“Tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk melihat sisi baik apa yang telah dilakukan oleh para guru, dan kita latih hasil proses mereka menjadi satu artikel,” ujar DR. Isda Ramuniati, M. Hum, yang juga Dosen Bahasa Prancis di Universitas Medan (UNIMED), Selasa 10 November 2020.

Untuk mendapatkan pemikiran mereka, kata Isda, prosesnya adalah dengan mengungkap dulu daya ingat dalam proses mengajar. Kemudian, pengungkapan itu harus dilakukan melalui penerapan teori.

“Apa teori yang mendukung teknik atau strategi guru. Setelah itu, baru diungkap mengapa itu dilakukannya dan apa manfaatnya,” ungkap Pemateri pelatihan penulisan ilmiah tingkat SMP.

Selain itu, ia juga menjelaskan, dari hasil manfaat itu, apakah teknik tersebut bisa ditularkan kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) lainnya.

BACA..  Gerakan Masker Aceh Menyasar Anak Sekolah

“Jadi tujuannya adalah, untuk melatih para guru menuliskan pengalaman belajar mereka, dan apa sisi baik dari proses yang telah dilakukan mereka setelah dikelas,” jelasnya.

Isda memuji ide seorang Kadis yang melaksanakan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan ini sudah sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan dari Kementerian.

BACA..  Kakanwil Kemenag Aceh Launching Madrasah Plus Ketrampilan, ini Yang Disampaikan

Kepada media ini, DR. Isda Ramuniati mengaku terkejut. Padahal teknik ini membutuhkan pendampingan selama sebulan. Namun hanya tempo dua hari, s guru SMP di Kota Banda Aceh mampu mengungkap tahapan mereka dalam proses belajar kemarin.

“Jadi sisi baik dari proses kegiatan ini adalah, para guru bisa menjadikan sebagai alternatif refleksi diri, bahwa apa.yang dilakukannya sudah benar, bukti itu benar, ada terjadinya perubahan cara belajar siswa mereka,” pungkasnya. (AF)