banner 700250

FORMAT Aceh Barat Minta PT Mifa Bersaudara Peduli Terhadap Masyarakat

oleh -298 views

Aceh Barat (AD)- Forum Masyarakat Aceh Barat (FORMAT) meminta PT Mifa Bersaudara untuk lebih fokus dan peduli terhadap masyarakat yang ada di sekitar perusahaan. 

Menurutnya, permintaan tersebut disampaikan, karena adanya laporan dan keluhan dari masyarakat sekitar PT Mifa Bersaudara yang berada di Ring 1 (satu) yang merasakan langsung dampak dari debu batu bara dari aktivitas perusahaan tersebut.

“Permintaan ini kita sampaikan, karena adanya laporan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan debu batu bara dari aktivitas perusahaan,” ungkap Ketua FORMAT Aceh Barat, Rasyidin, Sabtu 10 Oktober 2020.

BACA..  Prediksi Pertandingan Liga Jerman: Leverkusen vs Augsburg

Selain permasalahan debu batu bara, ada juga permasalahan lainnya, seperti pembayaran uang ganti rugi oleh PT Mifa Bersaudara kepada masyarakat Peunaga Cut Ujong.

BACA..  Delky Minta Dirut Evaluasi Kinerja Kanwil Aceh

“Kenapa perusahaan hanya membayar uang ganti rugi hanya untuk 13 rumah saja, sementara data yang dinaikan 15 rumah. Ada apa ini,” tanya Ketua FORMAT Aceh Barat.

Ia menambahkan, ternyata permasalahan yang terjadi tidak hanya itu saja, ada hal lain yang sangat kita sayangkan. Kenapa perusahaan hanya memberikan uang ganti rugi hanya untuk beberapa orang saja, padahal semua masyarakat yang berada di desa tersebut, juga berhak mendapatkannya.

“Kenapa ada perbedaan di dalam desa tersebut,” ujar Rasyidin.

Lebih lanjut, ia menambahkan, perusahaan harus lebih peduli terhadap masyarakat dari berbagai aspek. Jangan terlalu fokus hanya pada ganti rugi semata.

“Ada aspek lain yang seharusnya menjadi perhatian utama selain permasalahan ganti rugi, yaitu persoalan kesehatan, tenaga kerja, pendidikan dan modal usaha untuk masyarakat juga harus didukung oleh perusahaan untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Keuchik Peunaga Cut Ujong Agustiar membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Ketua FORMAT Aceh Barat, perusahaan PT Mifa Bersaudara hanya memberikan uang ganti rugi hanya untuk 13 unit rumah saja. Sedangkan data yang di input ada 15 rumah.

“Kenapa cuma 13 rumah saja yang diberikan, padahal seluruh masyarakat disini turut merasakan dampak tersebut,” kata Agustiar.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada PT Mifa Bersaudara, untuk lebih peduli terhadap masyarakat yang merasakan dampak debu batu bara dari aktivitas perusahaan tersebut,” tutup Keuchik Agustuar. (JF/Red)