Polisi Bongkar Pesta Swingers di Surabaya, Tiga Pasutri Diamankan

oleh -76 views

Surabaya (ADC) Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim menangkap tiga pasangan tukar pasangan (swingers), Minggu (7/10/2018) di salah satu hotel di Kota Surabaya. Tiga pasang suami istri tersebut ditangkap polisi saat menggelar pesta seks (swinger).

“Sepasang di atas tempat tidur, sepasang di lantai, dan sepasang lagi di kamar mandi,” kata Wakil Direktur Resort Kriminal Umum Polda Jawa Timur, AKBP Juda Nusa Putra, Selasa (9/10/2018).

Penggerebekan pesta seks tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan polisi pada akun twitter @ekodok87 dan @pasutri94 milik salah satu pasangan.

“Akun ini kerap menawarkan layanan seks menyimpang dari swinger hingga threesome dengan membayar sejumlah uang kepada penyelenggara pesta,” kata Juda.

Akun tersebut adalah milik Eko Hardianto (31), yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Dilansir dari Surya, Eko merupakan satu-satunya pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka ini (Eko Hardianto) merupakan otak atau yang mengadakan swinger,” tegas Juda kepada awak media, Selasa (9/10/2018).

Dalam pesta tersebut, tersangka meminta uang Rp 750.000 kepada masing-masing pasangan. Uang tersebut Rp 294.505,00 untuk membooking hotel, sisanya Rp 455.495 masuk ke rekening pribadi Eko dengan alasan untuk keperluan pribadinya.

Ketika penangkapan kala itu, lanjut Juda, ketiga pasangan sedang melakukan hubungan intim dan telah bertukar pasangan.

Mirisnya, salah satu pelaku wanita yang merupakan istri Eko berinisial DA tengah hamil tua delapan bulan.

Kepada penyidik, Eko mengaku sudah pernah empat kali melakukan swinger.

Selain Eko dan DA, dua pasangan suami istri sah lainnya yaitu AG bersama sdr RD, ARP bersama DYA juga dirangkap polisi.

“Mereka melakukan tindak pidana perbuatan cabul diantara lain yang meraup keuntungan. Ini yang diamankan tiga pasang suami istri sah, dan ini kali ke-tiga yang mereka lakukan,” tambah AKBP Juda.

Eko dikenai pasal 296 KUHP atau pasal 506 KUHP karena mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan.

Eko terancam hukuman empat tahun penjara, sementara lima pelaku lainnya ditetapkan sebagai saksi.

Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra menjelaskan, penangkapan berlangsung pada Minggu (7/10/2018) sekitar pukul 20.30 WIB di sebuah hotel di Surabaya.

Juda mengatakan tersangka Eko Hardianto (31), warga Jalan Sumbo Sidodadi Surabaya bukanlah pelaku baru dalam kasus swinger

Berdasarkan keterangan Eko, mereka ternyata sudah pernah empat kali melakukan swinger

Awal 2017 pasangan asal Sidoarjo di sebuah rumah kos milik pasangan swingernya di kawasan Juanda, Sidoarjo, Jatim. Sayangnya, pada saat itu aksinya belum diketahui polisi.

Pada Maret 2018, bertempat di sebuah apartemen di Manyar Surabaya, Eko bersama tiga pasangan suami istri.

Ketika itu Eko bersama istri sahnya yang berinisial DA, lalu rekannya yakni AG dengan istrinya RD, serta sepasang suami istri sah yang baru kenal di twitter.

Ketika itu, Eko meminta uang Rp 200.000 kepada AG dengan cara mentransfer ke rekening Bank Mandiri milik Eko serta Rp 300.000 dibayar tunai saat bertemu di apartemen.

Sekitar September 2017, Eko kembali melakukan swinger dengan rekannya berinisial ARP beserta istrinya.

Pekan lalu Eko mengajak bermain swinger dengan rekannya berinisial AG untuk berhubungan seks antara dua lelaki dan seorang perempuan.

Saat itu Eko meminta uang Rp 250.000 dan mentransfer Rp 250.000 untuk booking hotel senilai Rp 275.000,00, kemudian Rp 1.000.000,00 secara tunai kepada rekannya berinisial AG untuk keperluan pribadi Eko. Mirisnya, pada saat itu istri Eko dalam keadaan hamil delapan bulan.

Dari empat kali melakukan tukar pasangan, Eko mengaku mendapatkan fantasi di luar batas hasratnya.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Minggu (7/10/2018), Eko mengadakan acara lagi dengan cara swinger bersama istrinya, DA dan dua pasangan suami istri, yaitu, AG, RD, ARP, dan DYA.

“Dalam terakhir kali aksinya, Eko meminta uang Rp750.000 kepada rekannya berinisial AG melalui transfer rekening BNI,” imbuh Juda kepada awak media, Selasa (9/10/2018).

Uang tersebut Rp 294.505,00 untuk membooking hotel, sisanya Rp 455.495 masuk ke rekening pribadi Eko dengan alasan untuk keperluan pribadinya. (Serambinews.com)

BACA..  KKP Segera Realisasikan Kebijakan Perlindungan untuk Nelayan Lumajang