Kuasai Hasil Kejahatan, Resedivis Kambuhan Kembali Ditangkap Polisi

oleh -101 views

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Resedivis kasus pencurian dan narkoba di wilayah hukum Polresta Banda Aceh kembali diamankan oleh Unit V Satreskrim Polresta Banda Aceh, 7 Januari 2021 sore.

example banner

FR (40) warga Banda Aceh diamankan atas dasar tindak pidana pencurian dan pertolongan jahat sebagaimana tertuang dalam Pasal 363 jo pasal 480 KUHP.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M. Ryan Citra Yudha, SIK mengatakan, residivis kambuhan ini berhasil ditangkap atas dasar menguasai hasil dari tindak pidana kejahatan yang ia lakukan beberapa waktu lalu.

“FR diamankan oleh personel Unit V Satreskrim Polresta Banda Aceh di Gampong Ulee Pata, Banda Aceh, Kamis sore dengan barang bukti berupa Handphone Samsung Galaxy N9 warna biru,” ujar Kasatreskrim, Minggu 9 Januari 2021.

Penangkapan tersangka ini berawal dari laporan korban Rafi (20) warga Geuceu Iniem, Banda Aceh sesuai dengan Laporan Polisi : LPB/ 537/XI / YAN. 2.5 / 2020 / SPKT, tanggal 29 November 2020, pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait atas laporan dimaksud.

Kasatreskrim menjelaskan, bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu 29 November 2020 di dalam kamar korban di Geuceu Iniem, Banda Aceh. Saat itu korban sedang tertidur dan meletakkan handphone miliknya di atas kasur dan berada dekat jendela.

“Namun ketika korban bangun tidur sekitar jam 10.00 WIB, Rafi melihat handphone miliknya sudah tidak ada lagi karena diambil oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya. Kemudian kami membentuk tim untuk mengungkap kasus yang terjadi tersebut. Alhamdulillah, walaupun sudah dua bulan berlalu, pelaku berhasil kami tangkap di kawasan Ulee Pata, Banda Aceh pada hari Kamis 7 Januari 2021.

“FR merupakan residivis yang mana ianya telah tiga kali berurusan dengan hukum, yaitu pada tahun 2015 di vonis 1,6 tahun penjara di PN Banda Aceh dalam perkara narkotika jenis ganja. Kemudian pada tahun 2015 di vonis dua tahun penjara di PN Banda Aceh dalam perkara pencurian dan selanjutnya di tahun 2019, FR kembali divonis 2.6 tahun penjara di PN Banda Aceh dalam perkara pencurian,” ungkap AKP Ryan.

Atas perkara tersebut, pelaku FR dijerat dengan pasal 363 jo pasal 480 KUHP dan diancam kurungan penjara selama 5 tahun. (*)