Sudah Puluhan Tahun Air Irigasi Tidak Mengairi Sawah Petani di Kemukiman Tanoh Abee

oleh -157 views
example banner

Kota Jantho (AD)- Warga petani yang berada di beberapa Gampong di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, selama ini tidak pernah merasakan limpahan air irigasi mengairi persawahan mereka.

“Ada delapan Gampong di Kemukiman Tanoh Abee, Kecamatan Seulimeum yang warga petaninya tidak.pernah merasakan limpahan air irigasi selama ini,” ungkap Usman Lamreung kepada media ini, Senin 9 November 2020.

Menurut Usman, meskipun sebagian Gampong tersebut berada di lintasan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh, namun para petani disana tidak pernah merasakan air irigasi mengalir ke persawahan mereka.

“Miris memang, ada delapan Gampong yang tidak merasakan aliran air irigasi ke persawahan mereka, yaitu Gampong Pontjo Khop, Gampong Bak Situi, Gampong Meunasah Jumpa, Gampong Bak Aghu, Gampong Ujong Mesjid, Gampong Lamkhuk, dan Gampong Lamcarak,” rinci Usman Lamreung.

BACA..  Bupati Bireuen Serahkan Satu Unit RSS Bantuan dari PT BAS

Selain itu, kata Usman, luas total persawahan di Kemukiman Tanoh Abee tersebut, lebih kurang ada sekitar 300 Hektar. Selama puluhan tahun hingga saat ini, sawah mereka belum ada irigasi, meskipun delapan Gampong tersebut berdekatan dengan Waduk Seuneubok Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar.

“Sampai hari ini, para petani di delapan Gampong tersebut, masih tetap mengandalkan sawah tadah hujan,” jelas Usman.

Selama ini, menurut Usman, telah puluhan tahun lalu irigasi tersebut dibangun dan selama itu juga telah memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga di Kecamatan Seulimeum. Namun manfaatnya hanya dirasakan masyarakat yang berada di hilir arus air saja.

BACA..  Wowww...!!! Ada Truck Barang Gunakan Jalan Komplek Perkantoran

Hal itu dikarenakan, irigasi berada di bawah, sedangkan air tidak sampai keatas untuk bercocok tanam. “Ada sekitar 700 kepala keluarga di Kemukiman Tanoh Abee, dan pekerjaan mereka adalah petani. Setiap tahunnya selalu dilanda masalah air dan kekeringan,’ katanya.

Ia menambahkan, umumnya warga Kemukiman Tanoh Abee, pendapatan ekonomi mereka dari hasil bertani. Jadi, sudah seharusnya pertanian menjadi perhatian serius dari Pemerintah, baik itu Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Pemerintah Aceh serta Balai Wilayah I Sumatera (BWS).

Pihaknya mengaku sangat miris dan merasa prihatin melihat kondisi warga petani di Kemukiman Tanoh Abee. Masak warga petani yang berada seputar Waduk Seuneubok tidak kebagian air irigasi, air hanya numpang lewat melewati persawahan mereka langsung menuju ke hilir.

BACA..  Wowww...!!! Ada Truck Barang Gunakan Jalan Komplek Perkantoran

Oleh karena itu, perlu ada respon cepat dari pemerintah dan dinas terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh warga petani di Kemukiman Tanoh Abee agar mendapatkan atau kebagian air irigasi sama seperti warga petani lain yang selama ini telah puluhan tahun merasakan manfaat dari irigasi tersebut.

“Sangat aneh di wilayah tempat tinggal mereka ada waduk, namun tidak mendapatkan air irigasi mengalir sawah. Artinya, pemerintah masih belum berlaku adil kepada masyarakat di hulu, karena sampai sekarang belum juga ada solusi terkait permasalahan tersebut,” tutup Usman Lamreung. (WP/Red)