Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Cina Merekrut Warga AS, CIA dan FBI Ungkap Puluhan Kasus

oleh -0 views
Sumber Foto: Wikipedia

Washington DC (AD) Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA mengumumkan pembentukan unit baru yang fokus pada China. Unit baru ini menggarisbawahi pandangan soal China sebagai musuh jangka panjang paling berat bagi AS.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (8/10/2021), Direktur CIA, William Burns, dalam pernyataannya menyebut unit baru bernama China Mission Center (CMC) ini akan mengatasi tantangan yang ditimbulkan China terhadap semua area misi CIA.

“CMC akan semakin memperkuat kerja kolektif kita terhadap ancaman geopolitik paling penting yang kita hadapi pada abad ke-21, pemerintah China yang semakin bermusuhan,” sebut Burns.

Pengumuman itu sesuai dengan pergeseran yang lebih luas dari pemerintahan Presiden Joe Biden dalam menghadapi China sebagai ‘pesaing strategis’ utama. Pada Juni lalu, Biden mengumumkan satuan tugas baru di Pentagon untuk menilai dan merespons tantangan militer China.

Pengumuman Burns disampaikan setelah CIA dan Biro Investigasi Federal (FBI) mengungkap puluhan kasus di mana China merekrut warga AS untuk menyalurkan informasi rahasia atau terkait kepemilikan perusahaan dan memanfaatkan warga China yang bekerja di AS sebagai pengumpul informasi intelijen.

Ini juga disampaikan saat intelijen AS melihat rival mereka di China memanfaatkan kekuatan dalam pasar elektronik global dan dalam peretasan untuk menyusup ke dalam jaringan komputer pemerintah dan swasta di AS.

Menggarisbawahi tantangan dari China maupun rival lainnya seperti Pakistan, seperti dilaporkan New York Times dan Washington Post, CIA baru-baru ini mengirim memo ke seluruh dunia yang isinya mengakui mereka kehilangan puluhan informan rahasia di negara-negara lainnya, beberapa ditangkap atau dibunuh.

“Sepanjang sejarah kami, CIA telah memenuhi tantangan apapun yang kami hadapi dan sekarang menghadapi ujian geopolitik terberat dalam era baru persaingan kekuatan terbesar, CIA akan berada di garis depan upaya ini,” ujar Burns yang menjabat Direktur CIA sejak Maret lalu.(Red).

Sumber: detikNews