Memasuki libur akhir tahun, Hal Apa Yang Harus Kita Lakukan Untuk Mencegah Penularan COVID-19

oleh -186 views
Sumber : Travelnext.id

OPINI Oleh | Soni Pilson

Tujuh bulan berlalu, semenjak COVID-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus, Indonesia masih berada pada tahap percobaan untuk keluar dari keadaan terpuruk ini. Data terbaru kasus di Indonesia pada tanggal 26 Oktober 2020 dengan kasus positif 392.934 dimana 317.672 pasien sembuh dan 13.411 kasus meninggal. Sementara kasus di Kota Pekanbaru dilaporkan 13.749 kasus terkonfirmasi, 9.971 kasus sembuh, dan 307 kasus meninggal.

example banner

Sungguh sangat disayangkan, tujuh bulan kita semua dihadapkan dengan situasi yang sulit namun masih banyak diantara kita yang mengacuhkan anjuran protokol kesehatan dari pemerintah, meskipun di beberapa daerah kini banyak diterapkan sanksi sosial bagi warga yang melanggar disiplin protokol kesehatan. Bentuk sanksinya pun beragam dari hal yang ringan hingga berujung denda pun diberlakukan. Namun, tidak jarang juga beberapa daerah sengaja memajang peti mati di pinggir jalan untuk mengingatkan banyak orang tentang dampak dari bahayanya penularan COVID-19.

Krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah yang terjadi sejak awal penanganan COVID-19, ditambah informasi yang kurang transparan dan kebijakan yang selalu berubah-ubah, dikhawatirkan akan membuat masyarakat menjadi resisten terhadap setiap kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan new normal yang sudah kita jalankan hingga saat ini. Hal ini membuat peran semua elemen masyarakat menjadi sangat penting dalam menegakkan PHBS serta patuh pada protokol kesehatan. Oleh karenanya, dibutuhkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Sementara dampak dari pandemi terus meningkat terutama pada sektor ekonomi sehingga kebijakan new normal pasti akan diberlakukan walaupun belum ada kepastian waktu. Sebelum pandemi COVID-19, manusia sudah hidup berdampingan dengan virus, bakteri dan mikroorganisme lainnya penyebab penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberkulosis, malaria, common flu dan lainnya.

Ditengah banyaknya permasalahan yang terjadi, aspek wisata merupakan salah satu pilihan untuk sarana pendingin bagi kita dikala pandemi. Wisata merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk menjaga kesehatan jiwa yang akan berdampak pada kesehatan jasmani dan rohani bagi masyarakat. Kegiatan wisata dapat dilakukan di dalam gedung/ruangan atau di luar gedung pada lokasi daya tarik wisata alam, budaya, dan hasil buatan manusia. Kepariwisataan juga memiliki aspek ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dalam kondisi pandemi COVID-19 pembukaan lokasi daya tarik wisata harus berdasarkan ketentuan pemerintah daerah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan COVID-19 di saat liburan akhir tahun ini? Pencegahan utama adalah membatasi mobilisasi orang yang berisiko hingga masa inkubasi, artinya dengan tidak berpergian keluar rumah jika tidak diperlukan. Selain itu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan jika memang kita terpaksa untuk berpergian keluar rumah diantaranya: (1) Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum keluar rumah, jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas, tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut.(2) Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir menggunakan handsanitizer. (3) Selalu menggunakan masker saat perjalanan. (4) Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut. 5) Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. (6) Jika kondisi padat dan sulit menerapkan jaga jarak, kita dapat menggunaan pelindung wajah (faceshield) bersama masker dan sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan. Ditinjau dari aspek imunitas, perlu kita perhatikan pula asupan nutri yang selalu kita konsumsi terlebih dengan beberapa kesibukan kita di akhir tahun ini guna untuk meningkatkan sistem imun tubuh kita, terdapat beragam upaya dari berbagai literatur yang dapat memperbaiki daya tahan tubuh terhadap infeksi saluran napas. Beberapa di antaranya adalah berhenti merokok dan konsumsi alkohol, memperbaiki kualitas tidur, serta konsumsi suplemen. Salah satu suplemen yang didapatkan bermanfaat yaitu vitamin D. Suatu meta-analisis dan telaah sistematik menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat secara aman memproteksi terhadap infeksi saluran napas akut. Efek proteksi tersebut lebih besar pada orang dengan kadar 25-OH vitamin D kurang dari 25 nmol/L dan yang mengonsumsi harian atau mingguan tanpa dosis bolus.

Selain itu, apabila kita sudah menetapkan akan melakukan perjalanan wisata, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 Tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kita juga harus meninjau beberapa aspek yang perlu dilakukan dan patuhi yakni: (1) Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut. (2) Selalu menggunakan masker selama berada di lokasi daya tarik wisata. (3) Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer. (4) Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter. (5) Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. (6) Bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

Jadi, dapat kita simpulkan saat memasuki liburan akhir tahun ini, membatasi mobilisasi dengan di rumah saja, atau pergi ke tempat wisata dengan catatan harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, sudahkah kalian menentukan bagaimana cara kalian menghabiskan waktu saat libur akhir tahun ini.(*).

Sumber:
1.https://www.ugm.ac.id/id/berita/20052-pakar-ugm-jelaskan-penyebab-masyarakat-melanggar-protokol-kesehatan-covid-19
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 Tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019
3.https://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-XII-11-I-P3DI-Juni-2020-205.pdf
4. https://corona.riau.go.id/
5. https://covid19.go.id/

Penulis: Soni Pilson, Fakultas Kedokteran, Prodi Pendidikan Dokter,
Universitas Malikussaleh. Dibawah Bimbingan Ibu Dr. Ratri Candrasari, M.Pd.