Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Penyidik Satresnarkoba Polresta Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejari Aceh Besar

oleh -3 views

Banda Aceh (AD)- Satresnarkoba Polresta Banda Aceh menyerahkan berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti yang telah rampung atau P-21 ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Besar. Perkara yang telah P-21 tersebut adalah Narkotika jenis sabu seberat 1 (satu) kilogram yang ditangani pada hari Selasa 8 Juni 2021. 

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatresnarkoba AKP Rustam Nawawi, SIK mengatakan, perkara yang sudah P- 21 tersebut telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Besar kemarin, Kamis 7 Oktober 2021.

“Kasus Narkotika jenis Sabu – Sabu yang ditangani Satresnarkoba sejak Bulan Juni 2021 itu sudah dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Besar, dan sekarang sudah dilimpahkan,” kata AKP Rustam Nawawi.

Selain itu, Rustam juga mengungkapkan, penemuan barang haram narkotika jenis sabu ini pada hari Selasa 8 Juni 2021 berawal dari kecurigaan petugas Avsec Angkasa Pura Bandara SIM Aceh Besar terhadap salah satu penumpang pesawat terbang.

“Petugas Avsec pada saat itu melihat ada kejanggalan pada monitor mesin Xray terhadap salah satu tas ransel warna hitam milik penumpang pesawat jenis Garuda Indonesia tujuan Jakarta. Kemudian petugas melaporkan kepada operator Airlines untuk meminta pemilik tas tersebut menjumpai petugas Avsec,” ungkap Kasatersnarkoba.

BACA..  Lapas Kelas IIB Lhoksukon Laksanakan Penyuluhan Hukum Gratis

Setelah dilakukan pemanggilan, pemilik tas awalnya berada diruang tunggu lantai dua, terlihat panik sehingga melarikan diri ke pintu utama. Dengan kesiapsiagaan petugas Avsec, pemilik tas tersebut berhasil diamankan.

Kemudian, petugas Avsec membuka tas dan mendapatkan 2 (dua) bungkusan plastik bening yang didalamnya berisikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu. Tidak menunggu waktu lama, petugas melakukan koordinasi dengan Pospol Bandara terkait penemuan barang haram tersebut dan diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap kepemilikan tas ransel berinisial Ismu (34) warga Bireun yang berisikan kristal bening dan saat itu juga turut menyita barang bukti berupa dua bungkusan kristal warna bening, serta dua unit handphone, satu tiket elektronik pesawat Garuda Indonesia, satu tas ransel warna hitam dan uang senilai 5,7 juta,” sebut AKP Rustam.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara marathon terhadap tersangka, Ismu meyebutkan bahwa narkotika jenis sabu- sabu sebanyak satu kilogram tersebut diperoleh dari BAH (34) warga Aceh Utara di salah satu jembatan di Krueng Mane pada hari Sabtu 1 Mei 2021 untuk dibawa ke Sulawesi dengan upah Rp50 juta, namun upah awal diterima senilai Rp6 juta.

BACA..  Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab

“Tersangka Ismu menyebutkan nama BAH warga Aceh Utara yang memintanya untuk mengirimkan narkotika jenis sabu ke Sulawesi dengan upah Rp50 juta atas permintaan AR alias Bang Anto. Ianya sendiri saat ini sedang menjalani hukuman di LP Narkotika kelas IIA Tanjung Pinang atas kasus yang sama,” tutur Kasatresnakoba.

Sementara itu, Polisi berbaju preman melakukan penangkapan terhadap BAH pada hari Rabu 9 Juni 2021 dirumahnya di Aceh Utara. Saat melakukan penggeledahan, Polisi menemukan uang senilai Rp14 juta, satu unit HP dan satu buah buku tabungan.

AKP Rustam Nawawi menjelaskan, dalam kasus ini BAH berperan sebagai perantara dan ianya sudah enam kali terlibat dalam kasus yang sama dan bekerjasama dengan AR alias Bang Anto diantaranya, tahun 2019 mengirimkan narkotika jenis sabu ke Kendari dan Samarinda sebanyak satu kilogram dengan upah Rp50 juta. Tahun 2020 juga ke Kendari dan Samarinda sebanyak satu kilogram dengan upah Rp75 juta dan yang terakhir ke Sulawesi sebanyak satu kilogran dengan upah Rp50 juta.

“Jadi selama menjadi perantara, BAH sudah mengirimkan narkotika jenis sabu milik AR alias Bang Anto sebanyak dua kilogram dan yang terkahir ianya tertangkap petugas dari Satresnarkoba Polresta Banda Aceh,” sebut AKP Rustam.

BACA..  MK Gelar Sidang Permohonan Uji Materi UU 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Terhadap UUD 1945

Selain itu, tersangka Ismu sendiri sudah 5 (lima) kali mengantarkan narkotika jenis sabu milik AR alias Bang Anto keberbagai Provinsi di Indonesia. Diantaranya pada tahun 2019, membawa narkotika jenis sabu sebanyak satu kilogram ke Kalimantan dengan upah Rp50 juta, tahun 2020 membawa narkotika jenis sabu ke Kalimantan dan Jakarta sebanyak 1,5 kilogram dengan upah Rp75 juta dan tahun 2021 ini Ismu gagal membawa narkotika jenis sabu, dikarenakan tertangkap oleh petugas di Bandara Sultan iskandar Muda, Aceh Besar, Selasa 8 Juni 2021 silam.

“Jadi, kedua tersangka Ismu dan BAH telah kami serahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Besar. Disini kami menerapkan pasal untuk BAH yaitu Pasal 112 ayat 2, Pasal 114 ayat 2, pasal 132 ayat 2 dari Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. Sedangkan untuk Ismu pasal yang diterapkan Pasal 112 ayat 2, Pasal 115 ayat 2 dari Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara,” pungkas AKP Rustam Nawawi. (*)