Jalan Tembus Pulau Tiga–Lesten di Hutan Produksi

oleh -3.346 views
example banner

example banner

KUALASIMPANG (AD) – Jalan tembus. Itulah mimpi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Ingin membangun jalan tembus, Simpang Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda ke Kampung Lesten, kecamatan Pining, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sepanjang 55 kilometer bukan isapan jempol.

Pembangunan jalan tembus tersebut sempat tertunda, sebab kritikan tajam digemakan oleh kelompok yang mengatasnamakan pegiat lingkungan di Aceh protes.

Alasannya, jalan yang dibangun membelah dibentangan hutan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Aceh Tamiang dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Gayo Lues.

Apakah pemerintah diam, jawabnya tidak, berbagai kajian dari sisi Geology, Topografi, Habitat serta Ekosistem tentang Keaneka Ragaman Hayati yang ada sangat tidak memungkinkan jalan tembus itu dibangun jika membelah KEL dan TNGL.

Namun desakan dan dukungan pemerintah Kabupaten Gayo Lues kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang agar jalan tembus itu dapat dilanjutkan terus berjalan.

Hasil pertemuan DPRK Aceh Tamiang dengan Pemerintahan Gayo Lues beberapa waktu lalu sepakat, titik pembangunan ruas jalan tembus Aceh Tamiang – Lesten digeser ke wilayah hutan produksi, tidak lagi membelah KEL dan TNGL.

BACA..  Serda Misthori Ikut Giling Padi Sertu Heri Lain Lagi

Bupati Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Mursil melalui Kepala Bappeda, Rianto Waris menyimpulkan beberapa hasil pertemuan antara Pemerintah Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

Sebagai perencanaan, Bappeda membuat kajian mendalam tentang jalan tembus tersebut. Yang pada awalnya membelah TNGL dan KEL dirubah ke arah Hutan Produksi di wilayah Kuala Blutan.

“Jadi jalan tembus itu, ruas jalannya kita pindahkan kewilayah Hutan Produksi, kecuali itu, Hutan Lindung dan KEL sangat tidak mungkin kita lanjutkan, sebab diwilayah yang saya sebutkan tadi banyak kepentingan yang harus kita jaga keseimbangannya,” tegas Rianto.

Ruas jalan sepanjang 55 kilometer dari Simpang Semadam, lintasan jalan negara dikecamatan Kejuruan Muda menembus Semadam – Lesten, sepanjang 19 kilometer yang harus diterobos pembukaan badan jalan baru.

Titik nol pembangunan badan jalan sepanjang 19 kilometer tersebut dimulai dari wilayah Blutan kecamatan Tamang Hulu. “Wilayah ini merupakan kawasan Hutan Produksi, dari sini kita mulai pembangunan badan jalannya pada titik koordinat, N 04°10’58.9” E 097°49’46.8” inilah koordinatnya,” Terang Rianto.

BACA..  GANAS, Ratusan Satpam Berkerumun Menunggu Diperiksa

Ruas badan jalan yang dibangun dengan lebar 12 meter dan panjang 19 kilometer, diharapkan menggunakan anggaran dari provinsi, jika dibebankan pembangunannya kepada daerah percepatannya akan tidak optimal, sebab keterbatasan anggaran.

Namun jika titik nol nya diambil dari Simpang Semadam, panjang jalan tidak 19 kilometer, tetapi 55 kilometer. Semadam – Pulau Tiga sudah beraspal Hotmix sepanjang kurang lebih 25 kilometer, sepanjang 11 kilometer merupakan jalan batu. Hingga ke Kuala Blutan, Tamiang Hulu.

“Kita tidak membangun ruas badan jalan saja, tapi juga jembatan yang panjang dan lebarnya bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan. Itu tadi, saya minta teman teman di DPRA bisa mengupayakan, agar anggaran pembangunannya diplotkan dari APBA,”.

Harapannya, agar semua pemangku kepentingan mencermati dan menimbang dari berbagai aspek, apalagi Lesten merupakan mata rantai yang tak terpisah dengan Pulau Tiga, Kalaoy dan Tenggulun.

BACA..  Tali Silaturahmi Terputus Pasca Dinas Perhubungan Aceh Larang AKDP

Etnis yang mendiami tiga wilayah tersebut merupakan Suku Gayo, sama sama memiliki, Seni, Budaya dan Adat Istiadat yang sama. Dari dasar akar rumput yang sama.

Disamping, membuka wilayah sentra produksi yang terisolir menjadi terbuka, serta menciptakan peluang ekonomi baru dan wilayah – wilayah yang terisolir bisa maju dan berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Ini Janji Politik Irwandi Untuk Rakyat Tamiang
Keterkaitan pembangunan jalan tembus Lesten – Pulau Tiga – Simpang Semadam, itu merupakan janji Gubernur Irwandi kepada rakyat Aceh Tamiang agar jalan tersebut bisa cepat terealisasikan.

Pernyataan Irwandi ternyata tidak menyisakan luka dikedua rakyat yang mendiami Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tamiang, sebab jalan yang dijanjikan tersebut sudah dibangun oleh Pemerintah Gayo Lues, dari Pining – Lesten sepanjang 18 Kilometer.