Ombudsman: Hadirnya BSI Diharapkan Dapat Meningkatkan Pelayanan Kepada Nasabah

oleh -46 views

Banda Aceh (AD)- Ombudsman RI Perwakilan Aceh berharap, hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) dapat meningkatkan pelayanan prima kepada nasabah.

Setelah proses Roll out dan migrasi BSI selesai, diharapkan pelayanan BSI bisa lebih optimal.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Taqwaddin Husin, setelah mencoba sendiri proses migrasi BSI yang hanya membutuhkan waktu 5,5 menit saja.

“Dalam proses migrasi ini tidak ada biaya yang dipungut,” kata Taqwadin dalam acara pertemuan BSI dengan Kepala Perwakilan BI, OJK, Sekda Aceh dan Ombudsman, Senin lalu.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Iskandar. Ia berharap proses integrasi layanan operasional dan migrasi BSI berjalan lancar.

“Kami berharap, proses integrasi layanan operasional dan migrasi BSI berperan besar dalam mewujudkan keinginan masyarakat Aceh mengenai implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 Tahun 2018,” harap Iskandar.

Selain itu, Iskandar juga meminta BSI bisa ikut berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Aceh, terutama dukungan ke UMKM.

“Dengan adanya BSI, kualitas layanan masyarakat bisa ditingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani mengatakan, BSI bisa menghandle serta meningkatkan transaksi pembayaran nasabah.

“Dengan produk dana layanan digital, maka BSI dapat memenuhi kebutuhan transaksi nasabah,” kata Achris.

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala OJK Aceh Yusri. Ia berharap, proses integrasi sistem dan operasional BSI bisa menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas transaksi.

“Selain pelayanan, masyarakat juga berharap adanya padanan produk dan kelengkapan produk yang ditawarkan oleh BSI,” ujar Yusri.

BACA..  BPKS Gelar Rapat Dengan Dewan Pengawas Yang Baru

Terkait dengan proses integrasi layanan dan operasional yang diharapkan oleh  Stakeholder di Aceh, PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkomitmen untuk melayani masyarakat semaksimal mungkin.

Komitmen ini disampaikan Wakil Direktur Utama BSI 1 Ngatari.  Menurutnya, proses integrasi layanan dan operasional di Aceh diharapkan selesai satu hingga dua bulan kedepan.

“Maksimal satu bulan kedepan proses migrasi region BSI Aceh bisa selesai,” ungkap Ngatari.

Ia menjelaskan, penyatuan sistem layanan di Aceh ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM, hingga mobile internet banking. perseroan pun menjamin proses tersebut dengan mengedepankan kenyamanan dan keamanan data nasabah.

Dalam proses integrasi sistem operasional layanan Regional Aceh, kata Ngatari, BSI akan melakukan migrasi sejumlah 1,1 juta nasabah yang berasal dari BNI Syariah, dan BRI Syariah dalam kurun waktu satu bulan dari 160 outlet BSI di seluruh Aceh.

BACA..  Ketua Kadin Bireuen Dipecat, Diminta Bentuk Pengurus Baru

“PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatatkan, realisasi migrasi rekening pada hari pertama, Senin 7 Juni 2021, integrasi sistem operasional layanan di Region Aceh sebesar 67,67 persen dari target migrasi sebesar 1,16 juta rekening,” ucap Ngatari.

Diakhir statemennya, ia menambahkan, realisasi migrasi BSI Region Aceh menunjukan antusiasme masyarakat Aceh terhadap proses integrasi ini. Secara nasional, BSI menargetkan pada 1 November 2021 seluruh jaringan Bank Syariah Indonesia bisa terintegrasi.

“Hingga akhir 2021 nanti BSI menjamin 100 persen nasabah bank asal akan memiliki akun di sistem baru bank syariah milik Himbara tersebut,” tutup Wakil Direktur Utama BSI 1. (*)