Pangarmabar Tinjau Kapal Buronan Interpol di Sabang

oleh -84 views

Sabang, (ADC) – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Yudo Margono,SE,MM dan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan Laksamna Pertama Triswanto, tinjau kapal tangkap ikan buronan Interpol Sabtu (07/04/18) di dermaga Lanal Sabang.

Pangarmabar dan rombongan setiba di dermaga Lanal Sabang didampigi Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie,SE, melihat seluruh ruangan, isi dan dek kapal yang telah menjadi target operasi Interpol itu.

Usai melihat langsung kapal dan meminta keterangan dari Anak Buah Kapal (ABK) Laksamana Muda Yudo Margono kepada awak media cetak, elektronik dan oline mengatakan, kapal tersebut merupakan buronan Interpol, sebelum tertangkap kapal itu sempat menggantikan nama beberapa kali, untuk mengalabui petugas.

Awalnya kapal tersebut bernama Andrey Dilgov kemudian diganti dengan nama STS-50, saat melintasi pengairan laut Cina, kapal sempat ditangkap keamanan negara namun kapal berhasil melarikan diri., katanya.

Dijelaskan, sebelum ditangkap pihak TNI Angkatan Laut kapal ini berlayar ke beberapa negara seperti Singapura, Cina, Afrika dan Muzambik.

Kapal tersebut diduga telah melakukan penangkapan ikan secara ilegal atau tanpa izin di sejumlah negara, setelah menjadi buronan Interpol kapal tersebut terus berjalan untuk mencoba meloloskan diri dari kejaran Interpol.

Untuk proses selanjutnya, kapal akan diserahkan kepada Satgas 115 guna dikoordinasikan dengan Interpol.

“Kita akan bantu ABK warga Indonesia karena mereka tertipu oleh agen yang mempekerja merekan, apalagi sebelum kapal tertangkap mereka sudah minta turun tetapi pihak perwira kapal tidak mengabulkan”., jelasnya.

Menurut keterangan ABN yang keseluruhnya warga Indonesia, kapal sudah tidak ada dokumen apa pun termasuk buku izin berlayar ABK, semua surat dan dokumen telah diambil aparat keamanan negara Cina.

Seluruh ABK warga Indonesia yang naik melalui negara Vietnam sudah bekerja 1 dan 2 tahun dengan gaji 350 dolar US, gaji mereka ditransfet langsung kepada keluarga ABK masing-masing.

Jumlah ABK keseluruhan 20 orang semuanya warga negara Indonesia, sementara 10 orang sebagai perwira termasuk nahkoda 8 orang warga negara Rusia dan 2 orang warga negara Ukraina., jelas Pangarmabar didampingi Danlantamal I Belawan dan Danlanal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Angkatan Laut (KAL) Simeuleu dibawah koordinasi Lanal Sabang, berhasil menangkap kapal tangkap ikan buronan Internasional Police (Interpol) di pengairan Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE), atau sekitar Pulau Rondo.

Kapal yang bernama Andrey Dilgov berbendera Togo Afrika, yang dinahkodai Metveev Alesandr, warga negara Rusia itu ditangkap saat melintasi laut Indonesia pada kordinat lintang 5.41.56.21 bujur 93.54.52.93 yang dipimpin Letda Eko Harianto. (Jalal).