Penganut Kristen Asal Sibolga Masuk Islam di Aceh Jaya

oleh -229 views

 GOOGLE NEWS

CALANG l AP- Lisber Rahmaudin Situmeang (35) berasal dari Dusun 3 Banjar Gereja Desa Pagaran Julu Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara akhirnya memperoleh petunjuk dan ilham Allah SWT.

Dihadapan para tamu yang hadir sekitar 50 orang, pada hari Jum’at Tanggal 07 April 2017 Pukul 21.52 WIB bertempat di Masjid Baiturrahman Gampong Keudee Teunom Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, Lisber mengucap dua kalimah syahadat dan resmi menjadi pemeluk agama Islam.

Diantara tamu yang hadir diantaranya, turut hadir dan menyaksikan Kakankemenag Aceh Jaya, Kabag Kesra Aceh Jaya, Kapolsek Teunom, Wakapolsek Teunom, Sekcam Teunom, Kepala KUA Teunom, Ketua DPU Teunom, Imum Mukim Keudee Teunom, BKM Masjid Baiturrahman, Geuchik Keudee Teunom, Geuchik Lueng Gayo, dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat dalam lainnya.

Kakankemenag Aceh Jaya Samsul Bahri, S,Ag dalam sambutannya mengatakan, Lisber berasal dari Sibolga yang saat ini menetap di Gampong Lueng Gayo yang kesehari – hariannya bekerja sebagai petani.

“Pada malam yang berbahagia ini, saudara kita bertambah, Bapak Lisber asal Sibolga sekarang telah mendapat hidayah dari Allah SWT untuk masuk ke ajaran yang benar yaitu agama Islam, mari kita bimbing saudara kita ini untuk menjadi seorang muslim yang beramal shaleh dan taat kepada Allah,” ujar Samsul.

Prosesi pensyahadatan dilakukan oleh DPU Teunom Teungku Hamadi dengan cara mengucapkan dua kalimat syahadat yang diikuti oleh Lisber dengan lancar. Sedangkan doa penutup disampaikan oleh Teungku Aidarus.

Setelah mengucapkan dua kalimah syadadat Lisber Rahmaudin Situmeang, yang sebelumnya beragama Kristen, kini menyandang nama Muhammad Rahmaudin Situmeang.

Kepada media ini Muhammad Rahmaudin mangaku, sebenarnya niatnya berpindah agama ke agama Islam sudah ada sejak lama namun hal itu baru hari ini terwujud. Menurutnya apa yang ia lakukan benar – benar ia lakukan dalam keadaan sadar, berakal sehat, serta tanpa unsur paksaan dari pihak manapun dan siapapun.

“Selama disini saya sering mendengar Azan, disaat saya mendengar kumandang suara itu hati saya merasa benar – benar terketuk dan terpanggil, niat saya sudah lama, tapi baru hari ini niat saya itu Allah wujudkan. Saya merasa sangat senang dan bahagia dengan apa yang telah saya lakukan hari ini, Insya Allah anti saya akan belajar ilmu agama ke teungku – teungku, agar saya bisa melakukan ibadat sesuai dengan ketentuan yang sebenarnya yang telah diatur dalam agama.” ujarnya (Nasri)