Meskipun MPU Aceh Telah Mengeluarkan Fatwa di Sabang Judi Online “Chip” Masih Marak

oleh -196 views

Laporan | Jalaluddin Zky

Sabang (AD) – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, telah mengeluarkan Fatwa tentang hukum judi online, namun, di Sabang bahkan semakin marak permainan yang berkedok game online “Chip” . Dimana, selain telah mewabah pada remaja, anak muda, masyarakat umum bahkan, tidak sedikit oknum pegawai negeri yang lalai dan terjerumus dengan “Chip,”.

example banner

Dalam Fatwa yang dikeluarkan MPU Aceh Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Hukum Judi Online ada tiga sasaran yang diharamkan antara lain, yang pertama Juni Online adalah.

1. Permainan yang memasang taruhan uang atau bentuk lain, melalui media Internet dan media sosial lainnya.

BACA..  Mukhtaruddin Maop Laporkan Akun FB "SM" Ke Polda Aceh

2. Judi Online hukumnya Haram.

3. Pemerintah dan masyarakat wajib memberantas segala jenis perjudian.

Kemudian Fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Hukum Game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG). Dimana, Game PUBG dan sejenisnya adalah sebuah permainan interaktif eletronik dengan jenis pertempuran yang mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan.

Sehingga mempengaruhi perubahan perilaku menjadi negatif, menimbulkan perilaku agresif, kecanduan pada level yang berbahaya dan mengandung unsur penghinaan terhadap simbol-simbol islam.

Sementara sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama di Sabang, meminta kepada penegak hukum di Sabang agar menindak permainan game Online (Chip) yang kini diduga telah menjadi ajang perjudian.

BACA..  Pasangan Jarimah Zina di Aceh Utara Dicambuk 200 Kali

Bahkan, penyakit masyarakat tersebut juga kini sudah menjadi santapan seluruh lapisan masyarakat termasuk pegawai negeri di Sabang. Pasalnya, permainan tersebut bukan saja membuat terlena dan lalai, tetapi juga berdampak pada malas-malasan lupa akan tugas pokok bagi ASN dan bagi masyarakat tidak mencari nafkah lagi.

“Kami memintak kepada penegak hukum agar, menindak tegas bagi siapa saja yang bermain judi online, karena sudah sangat meresahkan. Apalagi, pegawai negeri sipil atau orang-orang yang bekerja di bidang agama mereka itu sudah memperolok-olok agama”, kata Tgk Adi kepada media ini Jumat (08/01/21) di Sabang.

BACA..  Polisi dan BKSDA Sita Satwa Dilindungi di Rumah Bandar Sabu

Amatan media ini ada sejumlah oknum pegawai negeri yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Sabang, yang jarang masuk kantor dan disibukan dengan permainan game Online.

Tidak hanya itu, ada juga sebagian orang yang bekerja di bagian amal (agama) yang juga sudah terjerumus kedalam permainan haram produksi negara asing tersebut. Yang disayangkan lagi, mereka yang bermain game Online ini tidak mereka tidak ada yang mematuhi protokol kesehatan Covid- 19 yang diterapkan pemerintah. (*).