Soal Mualem Diserang, T Azril: Kubu Irwandi dan H2O Duluan

oleh -103 views

Jakarta (ADC)- Aksi penyerangan kantor DPA Partai Aceh hingga terjadi insiden yang menyebabkan Mualem, panggilan akrab Muzakir Manaf hingga jatuh ke lantai mendapat tanggapan serius dari salah satu tokoh muda Aceh yang ada di Jakarta.

“Kejadian-kejadian seperti itu ada baiknya tidak terjadi di Aceh. bukan jangan terulang lagi, adak jeut sit bek na peukateun njan” perkelahian, penyerangan, pembakaran, tembak-menembak. dan macam-macam aksi kriminal terus terjadi nyaris tidak pernah ada solusi untuk menghentikan itu,” ujar Teuku Azril kepada atjehdaily.id, Senin, 8 Januari 2018.

Teuku Azril berharap semua pihak jangan menyalahkan pihak lain apalagi menyebut “Jakarta bermain”.

“Diadu dombalah siapa yang adu domba. Jakarta masalah politik  sendiri saja lebih rumit dari Aceh. Dapat kabar orang gaduh gara-gara keputusan politik. saya ingat peristiwa Pilkada 2007 silam. tentu rakyat Aceh juga jangan pura-pura bodoh dan seolah tidak tahu,” kata pria yang sering bikin heboh ini.

Kisah Azril, aksi seperti ini telah lama terjadi pasca perjanjian damai, misal Tim Irwandi-Nazar dan H2O di Pilgub 2007.

“Di sanalah asal mula saling menyerang. dan hingga kini tidak selesai-selesai. apapun yang terjadi Muzakir Manaf adalah mantan Wakil Pemimpin Aceh. dugaan saya ada pihak yang mencoba “tes pasar” untuk menjatuhkan wibawa dan martabat Muzakir Manaf. Bila tanpa tindakan atas perlakuan tidak terhormat berarti Muzakir Manaf bukan singa yang selama ini diklaim oleh mereka-mereka itu,” kata Azril.

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

Sebagai putra Aceh katanya, dia ingin menyampaikan, Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf harus segera menyudahi perilaku seperti itu di Aceh.

“Karena tim seumupoh di pihak mereka. kenapa itu bisa terjadi karena apabila “im seumupoh berurusan dengan pihak penegak hukum sudah ada yang menjamin. perlu diketahui tim seumupoh itu dipelihara. saya sudah pernah berurusan dengan mereka. bahkan sepupu saya diancam untuk ditembak. tapi saya tidak memperpanjang itu karena tahu tim-tim seumupoh itu kurang piknik,” ungkap Azril.

“Jangankan berjalan di jembatan Golden Gate,  San Francisco. Amerika Serikat. Jembatan Ara Kundo. Simpang Ulim saja mereka tidak tahu saking kurang piknik. yang ada dipikiran tim seumopoh hambo, trom, teupuk,” pungkas dia dalam bahasa daerah Aceh. (r)

 

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

Foto: Massa penyerbu Mualem. (Ist)