Elit Nasional Jangan Bermain Api di Aceh

oleh -405 views
example banner

Banda Aceh (AD)- Berbagai daerah di Indonesia telah menolak atas deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Publik sudah mulai garang mengkritik ide yang disampaikan oleh pentolan KAMI yang cenderung offside mengkritik pemerintah dengan dalih situasi negara yang seakan-akan ‘Genting’ sehingga diperlukan gerakan massa (poople power) untuk aksi penyelamatan dengan mengambil alih kekuasaan.

“Sikap subjektif KAMI yang cenderung memprovokasi publik dengan dalih agama untuk menjustifikasi aktivitas organisasi yang telah ikut menghujat kekuasaan dan pemerintahan, merupakan tindakan beresiko tinggi dan sensitif di Aceh,” ungkap Polem Muda kepada media ini, Sabtu 7 November 2020.

Menurut Polem, konteks politik isu semacam ini tidak positif merawat damai Aceh, mengingat Aceh merupakan bekas daerah konflik yang telah berlangsung selama 30 tahun lebih. Gerakan yang cenderung provokatif dan ekstrem, malah dikhawatirkan berdampak negatif sehingga akan memecah belah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa di Aceh dan menghambat penanaman nilai kecintaan rakyat Aceh kepada tanah air.

BACA..  Tuntut Realisasi MoU Helsinki, AMM Gelar Aksi Mogok Makan

“Sebagai mantan Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB) Aceh dan juga warga masyarakat, ia mengajak Kepolisian untuk tegas merespon harapan publik agar deklarasi KAMI di Aceh tidak terjadi, demi menjaga stabilitas keamanan di Aceh,” ajak Polem Muda Ahmad Yani.

Selain itu, Polem juga menyerukan kepada elit nasional untuk tidak gegabah mengambil momentum yang menyerang pemerintah ditengah badai Pandemi Covid -19 dengan mengatasnamakan isu kebebasan dan demokratis.

“Polem mengkritik keras sikap gerakan KAMI yang memainkan isu agama,” tegasnya.

Pasca damai Aceh, kata Polem, sikap provokasi yang tendensius dan offside menyerang kekuasaan akan sangat berbahaya, mengingat terlalu kompleksitas.

BACA..  Tuntut Realisasi MoU Helsinki, AMM Gelar Aksi Mogok Makan

“Masalah Aceh belum selesai untuk menyolidkan perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Polem Muda yang juga mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Sebagai mantan Ketua FORKAB yang cukup lama concern dengan isu mengsinergiskan komunikasi antar sesama anak bangsa, Polem mengingatkan penegak hukum untuk berani bertindak tegas merespon keresahan masyarakat Aceh terkait wacana deklarasi KAMI yang berpotensi memecah belah bangsa.

Jika aksi provokasi KAMI terus dibiarkan atau disengaja oleh penegak hukum di Aceh, pihaknya khawatir aksi ini malah berpotensial ditunggangi oleh kepentingan oknum tertentu untuk terus memprovokasi damai Aceh yang pada akhirnya dapat menimbulkan gesekan sosial dan akan merugikan semua pihak.

BACA..  Tuntut Realisasi MoU Helsinki, AMM Gelar Aksi Mogok Makan

“Elit nasional di Jakarta jangan bermain api di Aceh,” tegas Polem mengingatkan.

Ia juga mengingatkan, perdamaian Aceh berpotensi banyak pihak yang bermain, dan akan mudah saja ditunggangi oleh berbagai pihak yang bakal membuat keresahan serta mengganggu stabilitas keamanan di Aceh.

Berdasarkan konteks tersebut, sekali lagi Polem mengajak pihak Kepolisian dan petugas keamanan di Aceh untuk tidak ragu menindak tegas jika ada pihak yang mengusik kedamaian di Aceh.

“Dia berharap, semua pihak dapat menahan diri dan bisa bersama-sama memperkokoh persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa guna merajut perdamaian yang abadi di Bumi Serambi Mekkah,” harap Polem Muda Ahmad Yani yang saat ini menjabat Ketua DPW Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Aceh. (*)