Makan Minum Pimpinan Dewan Dikorupsi, M Purba: Tetapkan Tersangka

oleh -40 views
Makan minum
Ilustrasi makan minum pimpinan dewan. (klikanggaran.com)

Makan Minum Pimpinan Dewan Dikorupsi, M Purba: Tetapkan Tersangka

Banda Aceh (AD)-Makan minum pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Gayo Lues diduga dikorupsi oleh pihak pihak tertentu. Skandal tersebut membuat M Purba, SH gusar, dia segera meminta aparat penegak hukum untuk segera menetapkan siapa tersangkanya.

Seperti diberitakan Sebelumnya bahwa Kejaksaan Negeri Gayo Lues pada bulan Nopember 2020 telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan atas kasus indikasi dugaan penyimpangan terhadap peningkatan Belanja Makan Minum rumah tangga Pimpinan DPRK tahun anggaran 2018 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan dibenarkan oleh Kepala kejaksaan Negeri Gayo Lues Bobbi Sandri SH.MH saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa 17 Nopember 2020 lalu.

”Benar dugaan penyimpangan terhadap biaya makan minum rumah tangga Pimpinan DPRK serta biaya lainnya yang terkait dalam Perbup nomor 37 tahun 2017, sudah masuk ranah penyidikan,” ujar Bobbi Sandri.

M. Purba, SH kembali menegaskan berdasarkan pengamatannya, hingga saat ini berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan pihak Kejari Gayo Lues bahkan hasil audit yang dilakukan pihak BPKP perwakilan Aceh, bahwa total dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus ini mencapai milyaran rupiah.

“Seharusnya penyidik pada Kejari Gayo Lues seharusnya sudah melakukan penetapan tersangka terhadap siapa yang bertanggung jawab pada kegiatan makan minum tersebut,” tegas praktisi hukum ini.

Dia merasa heran, kenapa kasus tersebut seperti diendapkan padahal jangka waktu penanganan sudah berlangsung bertahun tahun.

BACA..  Seorang Ibu Bhayangkari Diduga Sedang Mengalami Proses Kriminalisasi

“Jika penyidik sudah memperoleh dugaan dua alat bukti kuat Seharusnya setelah hasil audit BPKP perwakilan Aceh keluar pihak penyidik Kejari Gayo Lues sudah bisa langsung menetapkan tersangka dalam kasus tersebut,” tegasnya.

Kalau ada kendala, M Purba menyarankan pihak Kejaksaan Negeri Gayo Lues untuk meminta bantuan dari Kejati dan Kejagung.

“Dan terhadap penanganan kasus dugaan Korupsi ini juga kita meminta Kejati Aceh dan Kejagung untuk memback up kinerja Kejaksaan Negeri Gayo Lues,” pungkas M Purba. [Mediaaceh.co.id]