BSI Siap Integrasikan Sistem Operasional Layanan di Aceh

oleh -54 views

Banda Aceh (AD)- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap melakukan integrasi sistem operasional layanan di wilayah Aceh. Integrasi sistem ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dan standarisasi model operasional serta layanan di seluruh outlet BSI di Aceh.

Regional CEO BSI Aceh, Nana Hendriana mengatakan, integrasi sistem layanan di Aceh merupakan komitmen perusahaan mendorong pengembangan keuangan syariah dan meningkatkan literasi masyarakat.

“Proses integrasi Sistem Operasional dan layanan di Aceh merupakan salah satu dari proses roll out BSI,” kata Nana Hendriana kepada awak media, Senin 7 Juni 2021.

Menurut Nana, dalam proses integrasi sistem operasional layanan, selain fokus ke layanan ke nasabah, BSI juga tetap berusaha menjaga compliance dalam proses migrasi. BSI juga telah mempersiapkan teknis untuk mengoptimalkan dan mempercepat layanan migrasi di wilayah Aceh.

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

“Integrasi sistem operasional dan layanan akan ditandai dengan proses auto migrasi yang akan dilakukan pada 7 Juni 2021,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, penyatuan sistem layanan di Aceh ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM, hingga mobile dan internet banking. Perseroan pun menjamin proses tersebut mengedepankan kenyamanan dan keamanan data nasabah.

Dalam proses integrasi sistem operasional layanan Regional Aceh, kata Nana, BSI akan melakukan migrasi sejumlah 1,1 juta nasabah asal BNI Syariah dan BRI Syariah dalam kurun waktu satu bulan dari sebanyak 160 outlet BSI di seluruh Aceh.

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

“Terkait program besar itu, BSI telah melakukan training, sharing knowledge IT, hingga persiapan data nasabah yang akan dilakukan migrasi,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, nasabah bank asal secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia. Untuk fasilitas kartu, buku tabungan dan deposito, nasabah bisa melakukan migrasi secara bertahap hingga 31 Oktober 2021.

BSI menargetkan pada 1 November 2021 seluruh jaringan Bank Syariah Indonesia bisa terintegrasi. Hingga akhir 2021 BSI menjamin 100 persen nasabah bank asal akan memiliki akun di sistem baru bank syariah milik Himbara tersebut.

“Tidak hanya itu, nasabah pun bisa melakukan migrasi rekening secara digital dengan aplikasi BSI Mobile, atau hadir langsung ke kantor cabang BSI,” tutur Nana Hendriana.

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

Adapun migrasi rekening via digital bisa dilakukan pula melalui call center 14040, Whatsapp Business BSI, dan live chat Asiyah. Dalam periode migrasi nasabah dapat menyampaikan informasi bila terdapat perubahan nomor telepon dan surel.

Diakhir statemennya, ia menambahkan, untuk memperlancar proses migrasi, BSI melakukan beberapa pendekatan diantaranya melalui media online yaitu direct message ke nasabah, media sosial hingga surel. Hal ini agar nasabah mendapatkan informasi terkait jadwal migrasi dengan tepat.

“Pada hari pertama migrasi, Senin 7 Juni 2021, realisasi proses migrasi BSI sebesar 67,64% dari target 1.1 juta rekening,” tutup Regional CEO BSI Aceh. (*)