Akademisi Unsyiah : Penggunaan Dana Otsus Belum Memihak untuk Rakyat Tingkat Menengah Kebawah

oleh -60 views

Bireuen (MA) – Akademisi Unsyiah, Elly Sufriadi menyebutkan, penggunan atau pelaksanaan dana otsus Aceh, hingga kini belum memihak untuk rakyat menengah kebawah, misalnya pelayanan dasar setelah 10 tahun pengunaan dana otsus, belum nampak signifikan dalam hal pertumbuhan ekonomi.

“Kualitas pelayanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih, serta beberapa indikator terlihat angka kematian ibu dan bayi masih tinggi di Aceh,” kata Elly Sufriadi dalam acara Fokus Grup Diskusi (FGD), membahas dan mengevaluasi pelaksanaan dana otonomin khusus (Otsus), di Oproom Kantor Bupati Bireuen, Selasa (6/3/2018).

BACA..  Status "Positif Covid-19" Diragukan, Nova Iriansyah Diminta Ksatria

Ditambahkannya, angka stanting (bidang kesehatan) sangat tinggi, kualitas guru masih rendah, angka pengangguran juga masih tinggi, yaitu, nomor dua tertinggi di Sumatera setelah Kepulauan Riau.

Dia melanjutkan, selain itu dalam hal pertumbuhan ekonomi hanya berkisar diangka 2-3 persen pertahun. Sementara, anggaran dana otsus Aceh rata-rata Rp 7 triliun per tahun. Dengan kondisi ini perlu dikaji kembali penggunaan dana otsus, secara lebih efektif dan memberi dampak yang lebih nyata bagi masyarakat Aceh.

“Terutama dalam hal penurunan angka kemiskinan dan pengangguran umumnya di Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Aceh, Alamsyah mengatakan, pelaksanaan dana Otsus untuk Aceh terdiri dari program enam plus satu yaitu, untuk pembangunan fisik, pemberdayaan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, sosial dan plus keistimewaan Aceh.

“Dengan sisa Otsus Aceh 10 tahun lagi, kita harapkan supaya dapat digunakan sebaik-baiknya, tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat Aceh,” kata Alamsyah.

Dia melanjutkan, dilaksanakannya FGD di Bireuen dan di beberapa kabupaten kota lainnya, untuk mengevaluasi pelaksanaan dana otsus ke depan, sehingga dapat disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan dan diharapkan oleh masyarakat Aceh.

BACA..  Majelis Pemuda Aceh Dukung KPK Basmi Korupsi di Aceh

“Penggunaan dana otsus, sebelumnya sudah ada perubahan, diantaranya, penurunan angka kemiskinan, peningkatan bidang pendidikan dan kesehatan banyak berubah, ke depan dana otsus untuk Aceh harapannya terus berubah kearah yang lebih baik dan bermanfaat untuk masyarakat Aceh,” lanjutnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Projek KOMPAK tersebut, diikuti oleh para pejabat dari Bappeda, Dinas Pendidikan, Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Permukiman dari lima kabupaten kota di Aceh, yaitu, perwakilan Kabupaten Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. [MS]