Petugas KB di Bireuen Mendapatkan Penghargaan

oleh -110 views

Laporan | Iqbal

Bireuen (AD) – Petugas Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen dan Pembantu Petugas Berencana Desa (PPKBD) dan SUB-PPKBD, mendapatkan Penghargaan dari Dinas Pemerintah Mukim, Gampong, beberapa waktu yang lalu.

Pemberian Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Kabupaten Bireuen Tahun 2020, penyerahan penghargaan tersebut diwakili oleh Kepala Kantor (Ka-UPTD-KB) Kecamatan Peudada, Drs Asnawi.

Penghargaan tersebut diberikan atas pertimbangan meliputi tiga aspek Indikator meskipun ditengah suasana penanganan Covid-19, diantaranya Teladan, Terbaik, Teraktif (3T).

Sedangkan bentuk Penghargaan tersebut diserahkan dalam bentuk barang yaitu, Tas, Topi, Seragam PDH,Rompi, Jas hujan,Buku Agenda, Buku Visum, Sepatu Kerja dan Payung, serta Smartphone, sebut Asnawi.

Petugas yang menerima pengharagaan masing-masing Gampong (Desa) diantaranya, Juliani – PPKBD dari Gampong Alue Gandai, Anidar – PPKBD Gampong Ara Bungong, dan Ria Mulyani – SUB-PPKBD Gampong Blang Kubu.

Ia menyebutkan tanda jari slogan KB itu merupakan suatu simbol ajakan dari petugas KB anak cukup dua, dan berencana itu keren, bukan kalimat fulus.

Selanjutnya tambah dia, program pencegahan stanting di mulai dari kelompok remaja, kalau bila dari kalangan remaja nya sehat. Tentu Insyaallah anak yang akan di lahirkan kedepannya juga sehat.

Dirinya berpesan, sosialisasi terus berjalan dengan baik dan terus mengayomi masyarakat, terutama kelompok perempuan ibu ibu BKB, BKL dan BKR.

Pihaknya lebih bekerja di lapangan buat pendataan dan penyuluhan kepada masyarakat kaum ibu-ibu,dan bukan berarti KB itu semata mata, “Bek Na Aneuk”, tapi bagaimana lebih ke proses perencanaan kehamilan secara matang dengan kecukupan kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan kesiapan pihak suami dan istri dalam berdoa dan berusaha untuk menyepakati langkah tahapan kesiapannya untuk melangkah menuju ke proses hamil saat berbadan dua bagi.

Lanjutnya, kesuburan pihak wanita dan kesehatan ibu serta bayi yang sedang berkembang dikandung badan pasangan suami istri (Suastri) kedepannya tanpa beresiko saat menjalankan proses persalinannya, pungkasnya.(*).