Manuver dan Lobi Politik Jelang Pilkada

oleh -184 views

Laporan | Syawaluddin

BANDA ACEH (AD) – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2022 nanti. Para kandidat yang akan duduk di singgahsana orang nomor satu di Aceh tersebut, sudah dan akan melakukan lobi-lobi politiknya.

Itu dilakukan untuk mencari simpatisan baik dari perorangan yang berpengaruh, kelompok dan organisasi yang dapat menghasilkan suara untuk meraih kemenangan.

Demikian tegas, Usman Lamreung; aktifis Sosial Kemasyarakatan. Pemerhati Pemerintah dan praktisi Akademisi. Kepada atjehdaily.id, Jumat, 6 November 2020 di Banda Aceh.

Semisal, Partai Aceh sudah mengelar dan melakukan serangkaian konsolidasi partai di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Pada hasil akhir dari konsolidasi itu, tetap mengunsung kandidat orang nomor satu di Partai Aceh, yakni; Haji Muzakir Mana–Mualem–serta belum menentukan siapa yang mendampingi sebagai Wakil Mualem.

BACA..  Bupati Dampingi Gubernur Resmikan Masjid Jamik Nurul Hasanah Kota Palu

Isu Mualem maju untuk duduk di kursi singgahsana orang nomor satu di Provinsi Aceh sudah sangat membumi, dipastikan kabar itu bukan isapan jempol belaka.

Pilkada 2020 adalah penentuan Partai Aceh sebagai partai lokal, apakah partai berlogo bulan bintang itu masih mendapat hati dimasyarakat Aceh. Atau sebaliknya?, sebagai Partai Lokal yang katanya konsisten memperjuangkan hak-hak politik lokal.

PA sudah  15 tahun bercokol, sebaliknya implikasi dari damai Aceh belum sepenuhnya berjalan sesuai amanah UUPA dan MOU helsinki.

Salah satu masalah besar Aceh adalah kemiskinan, pendidikan, lapangan kerja, dan berbagai kewenangan khusus lainnya yang hanya mengulas dalam cerita dan cita-cita bukan dalam realita, karena elit yang tak mampu mengkonsolidasikan dengan satu kepentingan Kesejahteraan dan keadilan rakyat Aceh.

BACA..  Kampung Baleng Karang Terisolir

“Penentuan kandidat Mualem sudah diperhitungkan secara politik dan argumentasi lainnya oleh Partai Aceh, dan sudah barang pasti PA sudah siap melakukan berbagai monuver politik agar target tahun 2022 sukses,” Jelas Usman.

Perlu dipahami, jualan politik sekarang tidak hanya pada figur, kekuatan personal, namun juga harus mampu memberikan dan merealisasikan berbagai janji janji politik yang selama ini di dengungkan PA.

Isu kemiskinan, pendidikan, lapangan kerja dan beberapa kesepahaman MOU yang sudah di jabarkan dalam UUPA masih belum merealisasikan, maka untuk menumbuhkan kepercayaan simpatisan dan para mantan GAM, harus dibarengi bukti bukti konkrit.

BACA..  Bupati Dampingi Gubernur Resmikan Masjid Jamik Nurul Hasanah Kota Palu

Maka PA harus bekerja estra dalam setahun kedepan, memgembalikan kepercayaan pendukung, simpatisan dan mantan GAM. Berbagai janji politik dari masalah pengentasan kemiskinan, lapangan kerja, mutu pendidikan, polimik bendera, dan masalah lainnya.

“Bila masalah tersebut tak ada solusi dan masih hanya sebatas janji tanpa realisasi, sudah barang pasti PA bakal di tinggalkan pendukung simpatisan, dan Mualem kalah, berati Aceh kehilangan momentum yang sudah mulai sejak 2005 awal damai,” pungkasnya. (*)