Jaga Moralitas Dengan Ayahanda, Raja Darmawan Pilih Mundur

oleh -109 views

example banner

example banner

Laporan | Zalaluddin KY

SABANG (AD) – Menjaga moralitas dan kekeluargaan, Raja Darmawan; memilih mundur dari bakal calon pemilihan Ketua Komote Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sabang, yang akan digelar Sabtu tanggal 07 November 2020.

example banner

Pengunduran diri Raja Darmawan bukan takut kalah dalam pertarungan, tetapi dirinya lebih memilih menjaga moralitas. Demikian tegas Darmawan kepada atjehdaily.id, Jumat, 6 November 2020.

Dan lawan dalam pertarungan pada kontes Ketua KONI Sabang tahun 2020 merupakan orang yang patut dihormati yakni Ayahanda H Muhammad Isa, yang tak lain bagi Raja Darmawan yang dianggap orang tua sendiri.

“Memang pada awalnya saya ingin mendirikan kembali demokrasi dalam pemilihan pemimpin, namun jangan sampai ada kesan setiap menempatkan seorang pemimpin di Sabang, hanya orang-orang yang telah dikondisikan (dari dia untuk dia), maka saya mencoba ikut berdemokrasi bersih tetapi setelah langkah kaki saya sampai pada pendaftaran mengetahui bahwa lawannya adalah Ayahanda H Muhammad Isa, sehingga langkah saya pun terhenti,” Jelasnya.

Raja Darmawan mengatakan, awalnya terus terang dirinya merasa aneh melihat proses pemilihan Ketua KONI Sabang, yang akan digelar pada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Sabang hari Sabtu besok itu, namun demikian dari penilaian Raja Darmawan, pendaftaran yang dibuka itu sarat kepentingan.

Sehingga, Raja Darmawan dengan dukungan 6 Pengurus Olahraga Cabang (Pengcab) dan semangat tinggi mendatangi kantor KONI Sabang, yang berada di Jalan Perdangan Sabang untuk mendaftarkan diri. Meskipun, jumlah Pengcab yang ada di Sabang 36 tentunya 30 suara kemungkinan sudah dalam genggaman Ayahanda H Muhammad Isa.

BACA..  Alumni ToT dan Taplai KBS 2020, Melapor ke IKAL Komprov Aceh

Meskipun begitu sesuai aturan persyaratan draf tertib harus didukung 30 Pencab akan tetapi pada dasarnya, tidak ada masalah dengan dukungan sejumlah Pengcab berpihak kepada bakal calon tertentu. Mengingat sosok bakal calon itu adalah Ayahanda H Muhammad isa, disini lah langkah saya terhenti dan mengajukan surat pengunduran diri.

“Mohon dimengerti bagi pemangku kepentingan saya mendaftar menjadi peserta kontes Ketua KONI Sabang, bukan untuk mencari popularitas seperti yang dituding pihak tertentu kepada saya, agar diketahui kalau calon Ketua KONI hanya 1 orang itu namanya tidak demokrasi dan tidak perlu bunag-buang uang melakukan Musorkot, cukup ditunjuk saja siapa yang sudah dikondisikan”, ungkap Raja.

Kemudian sambung Raja Darmawan, tujuan mendaftarkan diri dalam kontes pemilihan Ketua KONI Sabang pada Musorkot Sabang 2020, bukan untuk mencari saingan lawan tetapi niat pendaftaran awal dilakukan sebagai gantungan cermin bagi pihak-pihak dalam menentukan sebuah kepemimpinan.

BACA..  HUT Kodam IM ke-64, Koramil 01 Kota Kualasimpang Lakukan Rapid Test

“Jangan salah nilai boss tujuan saya mendaftar itu sebagai gantungan cermin supaya dalam setiap pemiliham pemimpin dapat berjalan dengan baik dan jurdil, sehingga masyarakat tidak terarahkan pada sistem droe keu droe” cetus Ketua Fraksi Parnas Bersatu DPRK Sabang ini.

Terakhir Raja Darmawan menyampaikan terima kasih kepada para Pengcab yang telah memberi dukungan selama proses pendaftaran, tanpa dukungan kawan-kawan Pengcab pendaftaran itu tidak mungkin terjadi. Dan selamat kepada Ayahanda H Muhammad Isa, semoga dapat menjalan amanah keolahragaan Kota Sabang lebih baik lagi.

“Terima kasih teman-teman Pangcab tanda saudara saya tidak akan dapat melakukan proses pendaftaran. Dan kepada Ayahanda H Muhammad Isa, saya ucapkan selamat semoga KONI Sabang lebih maju, tentunya saya juga siap mendukung dan membantu Ayahan H Muhammad Isa”, ucapnya.

Sementara itu panitia penjaringan bakal calon Ketua KONI Sabang Edi Saputra, SH yang dikonfirmasi media ini Kamis, 5 November 2020. pihaknya membenarkan bahwa Raja Darmawan telah mengantarkan surat pengunduran diri dari bakal calon Ketua KONI Sabang.

Namun begitu, pihaknya tidak dapat mengambil keputusan terhadap pengunduran diri Raja Darmawan dari bakal calon kontes Ketua KONI Sabang, tim penjaringan hanya bisa menerima dan akan menyampaikan untuk dibahas pada sidang pleno nanti.

BACA..  Bongkar dan Usut Tuntas Indikasi Permainan di DKP Aceh

“Benar kami telah menerimaan surat pengunduran diri saudara Raja Darmawan dari bakal calon Ketua KONI Sabang, namun kami tidak bisa memproses, melainkan akan kami sampaikan dalam sidang pleno nanti artinya disana lah keputusannya”, jelas Edi Saputra, didampingi tim penjaringan lainnya Zulkifli Gani.

Sementara tokoh pemuda Kota Sabang Ismed, menyampaikan bahwa langkah yang diambil oleh saudara Raja Darmawan merupakan cara yang sangat sehat dalam mendirikan sebuah organisasi yang dinilai tidak sehat pula. Karena, selain menyangkut moralitas dan kekeluargaan dan juga mempunyai nilai yang sangat tinggi dimana setelah dia melihat dari segala sisi tidak perlu ia melanjutkan sebab, percuma saja jika sistem dan ala penjaringannya seperti itu.

Disisi lain, Raja Darmawan berniat menegakkan demokrasi dilingkungan dunia olahraga Kota Sabang, namun pada kenyataannya tetap saja “Droe keu droe”. Maka pantas aja olahraga Sabang terus terjadi kemunduran.

“Saudara Raja Darmawan ini merupakan sosok leader yang baik cara berpikir dan berorgnisasi dalam rangka menegakkan demokrasi, jadi dia itu mundur bukan karena takut kalah akan tetapi ingin mencoba membangun sumber daya manusia yang lebih baik tanpa ada kepentingan apapun dalam memilih seorang pemimpin”, ungkap Ismed.(*).