Eks Panglima GAM Minta Kepolisian Waspadai Deklarasi KAMI di Aceh

oleh -806 views

Banda Aceh (AD)- Merespon gencarnya penolakan terhadap deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di berbagai wilayah Kabupaten/Kota dan Provinsi di seluruh Indonesia, ditanggapi serius oleh eks petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Eks Panglima GAM wilayah Meulaboh Raya, Cut Man dengan tegas menentang deklarasi KAMI di Aceh, karena dianggap dapat berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan bakal mengusik damai Aceh pasca konflik.

example banner

Sebagai seorang mantan GAM, Cut Man mengingatkan publik dan elit politisi untuk serius merawat damai Aceh secara konsisten, agar tidak disusupi oleh agenda kepentingan politik oknum politisi gagal yang menyeret massa dengan dalih apapun, termasuk dengan menggunakan jubah agama untuk mengakali publik.

Menurut Cut Man, 30 tahun sudah konflik Aceh yang di mulai dari DI/TII hingga Gerakan Aceh Merdeka kian terus terulang secara berkepanjangan yang diakhiri  dengan damai antara RI dan GAM.

BACA..  Ini Profesi Kelima Terduga Teroris Yang Diamankan di Aceh

“Maka sangat wajar jika rakyat Aceh menentang keras narasi politik identitas yang dimainkan oleh KAMI, mengingat Aceh terlalu sensitif pada isu yang membawa dalil-dalil agama tertentu,” ungkap Cut Man dalam siaran persnya kepada media ini, Jum’at 6 November 2020.

Selain itu, kata Cut Man, damai Aceh masih relatif belum terlalu kokoh mengingat ada sejumlah hal yang melatar belakangi termasuk butir-butir MoU Helsinki yang belum secara penuh terealisasi pasca damai Aceh.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada semua pihak agar tidak memprokasi rakyat Aceh dengan isu yang dapat menciptakan perpecahan dan membuat polarisasi ummat yang bakal menimbulkan gesekan sosial antara kubu pro dan kontra. Rakyat Aceh sangat sensitif dengan wacana pembentukan KAMI di Aceh mengingat sejumlah wilayah Provinsi lain seperti di Pulau Jawa yang telah menolak dan membubarkannya.

BACA..  Panitia Penerimaan Calon SIPSS Polri Tandatangani Pakta Integritas

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, Cut Man meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk bersikap tegas kepada Ormas apapun yang provokatif, karena diduga dapat berpotensi menanamkan bibit kebencian masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya meminta kepada Polda Aceh untuk membubarkan Organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang dipimpin oleh Gatot. Kita khawatir, keberadaan KAMI di Aceh justru akan berdampak negatif terhadap kesatuan dan persatuan yang telah tercipta di Aceh, sehingga akan memecah belah perdamaian serta menumbuhkan bibit kebencian masyarakat Aceh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pinta Eks Panglima GAM wilayah Meulaboh Raya.

BACA..  Mahasiswa : Merugikan Masyarakat, Dugaan Proyek Fiktif 4,9 Milyar Harus di Usut Tuntas Oleh Kejari Lhokseumawe

Ia menambahkan, di Aceh tidak boleh ada pergerakan organisasi yang kehadirannya justru dapat mengancam perdamaian dan berpotensi memunculkan konflik antar sesama masyarakat Aceh. Sudah cukup konflik berkepanjangan di Aceh jangan ada lagi konflik baru.

“Sekali lagi saya berharap, agar pihak Kepolisian dan pihak terkait lainnya dapat segera menertibkan organisasi KAMI di Aceh sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutup mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya. (*)