Hasil Survei: Masyarakat Makin Takut Bicara Politik

oleh -22 views
Ilustrasi pembungkaman. (Foto: Istockphoto/PeopleImages)
Ilustrasi pembungkaman. (Foto: Istockphoto/PeopleImages)

example banner

Jakarta (AD)-Hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa masyarakat semakin takut berbicara soal politik dan penangkapan semena-mena aparat.

Survei ini sendiri dilakukan terhadap 1.064 responden dengan wawancara tatap muka yang dilakukan pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan margin of error kurang lebih 3,07 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Penilaian tentang adanya ketakutan masyarakat dalam bicara masalah politik, penangkapan mengalami peningkatan dibanding sebelumnya,” kata Peneliti dari SMRC Saidiman Ahmad, melalui siaran langsung di Youtube SMRC TV, Selasa, 6 April 2021.

Ia menuturkan hal itu diketahui melalui segmen pertanyaan ‘Masyarakat Takut Bicara Masalah Politik?’ dan ‘Masyarakat Takut terhadap Penangkapan Semena-mena Aparat hukum?’.

Dari hasil survei, didapati 32,1 persen masyarakat mengaku sering takut bicara masalah politik; 7,1 persen mengaku selalu takut bicara politik; 33,3 persen menyebut jarang takut; 20,2 persen menyatakan tak pernah takut; dan 7,2 persen tidak menjawab.

Jika melihat tren selama 17 tahun terakhir, kata Saidiman, ketakutan untuk bicara politik itu menunjukkan kecenderungan peningkatan.

Rinciannya, 24 persen selalu/sering takut bicara politik pada April 2004; 25 persen selalu/sering takut pada September 2007; 20 persen selalu/sering takut pada April 2009; 14 persen selalu/sering takut pada Juli 2009.

Trennya kembali naik jadi 22 persen selalu/sering takut bicara politik pada April 2014; 16 persen pada 25 persen selalu/sering takut pada Juli 2014.