Tak Terima Dicerai Sepihak Oleh Mahkamah Syariah ‘ND’ Adu ke Wartawan

oleh -188 views

KUALASIMPANG (AD) – ‘ND’ 30 tahun warga Kota Kisaran Kabupaten Asahan Sumatra Utara merasa dilecehkan oleh Mahkamah Syariah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Mahkamah itu mengeluarkan Surat Cerai sepihak tanpa sepengetahuan dirinya.

ND menyampaikan kekecewaannya atas perceraian dengan istrinya ‘NS’ anak tiri Datok Penghulu Kampung Alur Baung Kecamatan Karang Baru, yang diputusan oleh Makamah syariah Kabupaten Aceh Tamiang dinilai sepihak.

Dari kejadian itu, ND merasa tidak pernah menerima surat panggilan dari Makamah Syariah tetapi tiba tiba sudah ada surat akte cerai yang dikeluarkan oleh Makamah Syariah dengan No 0311 / AC /2020 / MS.KSG ditangan istrinya .

Menurut ND dia mengaku ada cekcok kecil dengan istrinya NS selama ini. Ironisnya tidak pernah ada surat pemanggilan dari Pengadian Makamah Syarian, selain itu juga ND tidak pernah menyangka sampai berujung cerai.

“Saya merasa tidak pernah sekalipun dipanggil untuk mengikuti sidang oleh Makanah Syariah Aceh Tamiang, kalau istri saya memasukan gugatan cerai, seharusnya pihak Mahkamah kan memanggil saya, menasehati kami, kalau tidak menemukan kata sepakat, barulah istri mengajukan gugatan cerai, kalau itu sudah dilakukan, istri juga minta cerai, itu sah sah saja dan wajar saya kira,” jelas ND.

Masih ND, dia menunjukan bukti istrinya ada catingan dengan laki laki lain bahkan ada masuk banking Bank BRI yang dikirim oleh pihak ke tiga sebesar Rp.2 juta rupiah dan ditarik Rp.1 juta rupiah oleh NS. Kemudian NS pergi ke Medan selana empat hari sebelum ada putusan cerai dari pengadilan Syariah.

Dari kasus cerai tersebut, keluarga ND merasa tidak terima atas putusan pengadilan Syariat Islam yang di duga sepihak dan akan menuntut pihak terkait melalui jalur hukum.

Sementara Panitera Makamah Syariah Aceh Tamiang, Yusnidar SH saat ditemui atjehdaily.id, Senin 5 Oktober 2020, di ruang lobi kantornya menjelaskan bahwa; keputusan yang diambil oleh pengadilan syariah adalah dari dalil yang dilaporkan oleh penggugat.

“Masalah surat pemanggilan itu sudah diserahkan kepada Datok Penghulu, karena alamat tempat tinggal atau tempat kediaman tergugat diambil dari atas keterangan penggugat (istri) surat pemangilan tergugat atau Relas sudah diterima oleh Datuk Penghulu Alur Baung, serta ada Surat Relas yang diterima oleh Datok serta Datok bersedia untuk memberikan dan menyampaikannya pada penggugat, dan kalau datoknya tidak memberikan itu salah datoknya kenapa tidak memberikannya,” jelas Yusniar.

NS yang dihubungi via seluler menjawab dengan nada tinggi dengan mengatakan kalau itu masalah pribadi dan untuk apa wartawan mencampuri nya.

Ketika ditanya mengenai surat pemanggilan tergugat yang tidak disampaikan ke ND, NS malah bercerita tentang pribadi, keluar dari apa yang ditanyakan. (Zulherman)