'Ilegal Logging’ Semakin Marak di Labura, Bupati Diminta Bertanggungjawab

oleh -71 views

Labura (ADC) Kawasan hutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) disinyalir telah mengalami kerusakan akibat aksi ilegal logging secara terus-menerus oleh sejumlah oknum.

Aksi ilegal logging tersebut, juga dinilai memberi dampak buruk untuk kehidupan ekosistem. Sebab, habitatnya ikut rusak seiring dengan aksi penebangan liar itu.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang aktivis Sumut Amansyah Nasution kepada RMOLSumut.com melalui pesan tertulis.

“Wajar dan tidak heran jika beberapa bulan yang lalu seeokor hewan buas Harimau harus mati di bunuh karena memasuki kawasan warga. Ini dapat terjadi karena hewan-hewan tidak lagi memiliki tempat tinggal yang nyaman akibat dirusak oleh manusia-manusia serakah,” kata pria yang juga merupakan Ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Medan itu.

Oleh karena itu, Amansyah mendesak Bupati Labura bertanggung jawab terhadap kerusakan alam yang terjadi itu.

“Bupati harus bertanggung jawab terhadap daerah yang di pimpinnya. Bupati adalah orang nomor satu di Kabupaten labuhabatu Utara yang mendapatkan mandat dari masyarakat untuk menjaga dan memajukan Kabupaten Labura,” tegasnya.

Selama ini, Amansyah menilai, bahwa Bupati Labura telah mengacuhkan UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

BACA..  Kepercayaan Masyarakat Kepada Polri Naik Jadi 80,2 Persen

“Bupati terkesan melakukan pembiaran terhadap oknum-oknum yang melakukan aktivitas ilegal logging di daerah yang dipimpinnya,” ujarnya.

Tidak hanya mengakibatkan ekosistem hutan mendapatkan dampak yang buruk. Masyarakat pun, ungkap Amansyah, ikut terkena dampaknya.

“Dampaknya pun semangkin dirasakan oleh masyarakat, baik yang ada di sekitar Hulu maupun hilir sungai. Wajar saja jika terjadi hujan dengan intensitas yang sedang harus menyebabkan beberapa kecamatan di hilir sungai harus terendam oleh banjir. Peristiwa banjir memberikan dampak yang begitu memprihatinkan terhadap kondisi masyarakat,” tandasnya. (harianmerdeka.com)