Rohingya Myanmar Kembali Terdampar di Perairan Aceh

oleh -24 views
Rohingya Myammar
Pengungsi Rohingya Myammar

Rohingya Myanmar Kembali Terdampar di Perairan Aceh

IDI (AD) Sebanyak 81 warga Rohingya asal Myanmar terdampar di perairan Aceh. Tepatnya di Gampong Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Jumat, 4 Juni 2021.

Kepala Desa Kuala Simpang Ulim, Umar Idris mengatakan, masyarakat mengetahui ada satu kapal yang terdampar di perairan di desa mereka. Kawasan itu sejenis pulau kecil yang diberi nama Pulau Idaman.

“Masyarakat mengetahui ada satu kapal yang terdampar di perairan di desa mereka. Kawasan itu sejenis pulau kecil yang diberi nama Pulau Idaman,” sebut Kepala Desa Kuala Simpang Ulim, Umar Idris.

BACA..  Seorang Ibu Bhayangkari Diduga Sedang Mengalami Proses Kriminalisasi

Saat ini, polisi dan TNI sudah berada di lokasi tersebut. Awalnya, masyarakat tidak berani mendekat, karena takut akan terpapar Covid-19. Namun situasi langsung berubah, ketika perasaan dan nilai nilai kemanusiaan hadir di dalam dada.

“Atas nama kemanusiaan, masyarakat beri makanan dan minuman dari jarak jauh. Tidak ada yang mendekat. Saya juga melarang masyarakat juga untuk mendekat, takut terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Umar Idris.

Sebanyak 81 orang itu terdiri dari anak-anak, perempuan dan pria dewasa. Kondisi mereka sangat menyedihkan apalagi kondisi dunia sedang diteror oleh virus Corona asal Wuhan, Cina.

“Kami tidak berani mendekat. Lebih baik menunggu aparat terkait yang menanganinya. Apalagi hari ini hari Jumat, tidak ada masyarakat yang melaut, sehingga kondisi daerah itu relatif sepi,” pungkasnya.

dikutip BBC.com, pada 2020, Aceh kedatangan hampir 400 warga Rohingya dalam dua gelombang. Namun, pada akhir Januari 2021, jumlah mereka hanya 112 orang lantaran sebagian besar telah kabur.

“Indonesia bukanlah negara tujuan. Namun Indonesia menjadi tempat transit karena tidak bisa mendarat di Malaysia atau tidak bisa sampai ke Malaysia,” kata Lewa melalui sambungan telepon, pada Januari 2021.

Lewa menengarai peranan jaringan penyelundup untuk membawa para pengungsi Rohingya ke Malaysia. [Syamsul]