Ayah Ishak: Jangan Sampai Lex Specialis Hilang di Aceh

oleh -237 views

Banda Aceh (AD)- Ayah Ishak Yusuf meminta Lembaga Legeslatif dan Eksekutif dapat menghentikan kekisruhan yang sedang terjadi agar tidak menghilangkan Lex specialis (Kekhususan) Aceh.

Menurut Ayah Ishak, seharusnya legeslatif dan eksekutif tidak mempertontonkan politik tidak sehat kepada masyarakat. Sehingga anggapan masyarakat, demokrasi di Bumi Serambi Mekkah telah mati suri.

“Kedua lembaga ini seharusnya dapat memberikan contoh bagaimana berpolitik yang baik dan benar kepada masyarakat. Bukan malah mempertontonkan sesuatu yang tidak sehat,” ungkap Ayah Ishak Yusuf, yang juga menjabat Ketua Koordinator wilayah KSBSI Aceh, Minggu 4 Oktober 2020.

BACA..  Kunker ke Simeulue, Pangdam IM Hadiahi Sepeda Motor Ke Acil

Permasalahan yang terjadi antara Plt Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), jangan sampai berimbas kepada molornya pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2021.

“Jika APBA 2021 molor dan di Pergubkan oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, maka pasar ekonomi Aceh akan semakin terpuruk. Dampak lain yang ditimbulkan dari permasalahan ini adalah, akan terhambatnya jadwal pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2022 mendatang,” ujarnya.

BACA..  Gampong Juli Seupeung Kucurkan lagi BLT ke Masyarakat

Seharusnya, kata Ayah Ishak, dengan kekhususan yang dimiliki Aceh berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Tahun 2006, setidaknya jadwal pelaksanaan Pilkada jangan sampai tertunda dikarenakan permasalahan yang terjadi.

“Jika sampai hal itu terjadi, maka yang akan disalahkan adalah legeslatif dan eksekutif, karena dianggap lemah dalam mempertahankan kewenangan dan kekhususan yang dimiliki Aceh,” tegas Ayah Ishak.

Agar hal tersebut tidak terjadi, Ayah Ishak meminta Pemerintah Pusat dan DPR RI turun langsung ke Aceh dan duduk bersama tokoh-tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya, untuk membahas penyelesaian persoalan yang terjadi antara eksekutif dan legeslatif.

“Agar permasalahan ini cepat selesai, Pemerintah Pusat dan DPR RI dimintakan hadir ke Aceh untuk duduk bersama mencari solusi terbaik dari permasalahan ini, agar tidak merugikan masyarakat,” pinta Ayah Ishak.

Selain itu, ia juga menambahkan, pelaksanaan Pilkada di Aceh tidak akan lama lagi. Jangan sampai hak konstitusi masyarakat untuk memilih pemimpin Aceh yang baru terkena imbas dari permasalahan tersebut.

“Untuk itu ia kembali mengingatkan, jangan sampai perbedaan pendapat atau kisruh antara eksekutif dan legeslatif dapat mengakibatkan hilangnya Lex specialis di Aceh begitu saja,” tutupnya. (AF)