Hasil Penelitian UNICEF dan Flower Aceh Pemko Sabang Sukses Beri Kesehatan dan Pendidikan Rakyat

oleh -150 views

Sabang | ADC – Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, melakukan kerjasama dengan UNICEF dan Flower Aceh dengan melaksanakan kegiatan Lokakarya Validasi Studi Baseline Program GEUNASEH di Sabang, Kamis, 04 Juli 2019 bertempat di Hotel Nagoya Inn, Kota Sabang.

Lokakarya yang dibuka secara langsung oleh Drs. Zakaria, MM selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang ini dihadiri 37 peserta yang merupakan perwakilann dari BPS Aceh, DP3A Aceh dan SKPK terkait di Kota Sabang.

Seperti BAPPEDA Kota Sabang; Dinas Kesehatan dan KB; Dinas Sosial, PMG, PP dan PA; dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Hadir sebagai pemateri Dee Joop dari Empatika yang merupakan dosen pada University of East Anglia (UEA) Norwirch – Inggris dan Revita Wahyudi dari Oxford Policy Management.

Sekda Kota Sabang, Drs. Zakaria, MM, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa GEUNASEH Sabang yang telah diluncurkan pada tanggal 8 april 2019 yang lalu merupakan inovasi dan layanan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Sabang untuk meningkatkan gizi serta kesehatan anak dalam upaya pencegahan malnutrisi, termasuk stunting.

GEUNASEH Sabang berorientasi pada upaya peningkatan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan bagi seluruh anak sabang yang berumur 0 – 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai kepada keluarga yang memiliki anak dengan usia 0 sampai dengan 6 tahun.

Sehingga dapat memberikan income security bagi keluarga dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak. Tentunya hal ini akan berkontribusi pada penurunan angka kejadian malnutrisi dan stunting di Kota Sabang., kata Sekda.

Sekda menambahkan, bahwa kegiatan lokakarya ini merupakan agenda penting dalam mendorong capaian dari pelaksanaan Program GEUNASEH di Kota Sabang. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat dari Program GEUNASEH Sabang terhadap beberapa indikator dampak yang ingin dicapai dari intervensi program tersebut., sebutnya.

Sementara Kepala Perwakilan UNICEF Aceh Andi Yoga Tama dalam sambutan pengantarnya menyampaikan, Sabang merupakan satu-satunya daerah Kabipaten/Kota di provinsi Aceh, yang melakukan program bantuan tunai bagi anak untuk kelompok umu 0 hingga 6 tahun dengan prinsip universal.

Sehingga, program tersebut melengkapi program beasiswa pendidikan Kota Sabang, yang disalurkan kepada semua anak yang bersekolah ditingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajad termasuk yang sedang belajar di perguruan tinggi atau mahasiswa.

Pemko Sabang tetus melakukan inovasi untuk memastikan pemenuhan dan perlindungan hak-hak Kota Sabang, sekaligus berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan 2030 (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan pendidikan.

Temuan penelitian baseline akan terus dianalisa dan penelitian and line akan dilakukan nanti pada akhir tahun 2020, untuk melihat dampak dari pelaksanaan program GEUNASEH di Kota Sabang.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini dimoderatori Kepala BAPPEDA Kota Sabang Faisal Azwar,ST.MT. diharapkan, lokakarya ini dapat memperkaya masukan terhadap hasil studi baseline program GEUNASEH Sabang, telah dilakikan oleh Oxforf Policy Management dan Empatika yang didukung UNICEF sehingga menjadi sasar untuk mengukur dampak dari kegiatan ini nantinya., terang Yoga.(Jalal)