Sekda Aceh Diperiksa KPK, Kabarnya Soal Kapal Aceh Hebat

oleh -297 views
Sekda Aceh
Taqwallah

JAKARTA (AD) – Sekda Aceh, dr. Taqwallah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kepala Dinas Perhubungan Aceh.  Pihak KPK membenarkan kabar tersebut. Saat ini KPK tengah melakukan pemeriksaan beberapa pihak terkait adanya dugaan korupsi.

“Benar, ada kegiatan penyelidikan oleh KPK, di antaranya melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait,” ujar pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis 3 Juni 2021.

Namun, Ali belum mau menginformasikan mengenai kasus apa dan siapa saja pihak-pihak yang diperiksa saat ini.

“Karena saat ini masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai materi kegiatan dimaksud,” jelas Ali.

BACA..  Kepala BPKS Harap Dukungan Pusat Tuntaskan Permasalahan Pembatasan

KPK, kata Ali, bakal menginformasikan lebih lanjut mengenai penyelidikan di Aceh tersebut.

“Perkembangannya nanti kami akan informasikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dari informasi saat ini, diduga dua pejabat Pemerintah daerah di Aceh sedang diperiksa. Mereka adalah Sekda Aceh Taqwallah dan Kadis Perbubungan Aceh Junaidi.

Sumber Atjehdaily.Id menyebutkan, Sekda Aceh dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh diperiksa KPK terkait skandal proyek pengadaan kapal “Aceh Hebat” bernilai ratusan miliar rupiah.

“Selain kasus kapal, kasus proyek besar lainnya juga jadi incaran KPK. Jadi wajar Kadis Perhubungan Aceh diperiksa, kan pernah jadi plt. Kepala ULP Aceh,” sebut sumber itu.

BACA..  Majelis Pemuda Aceh Dukung KPK Basmi Korupsi di Aceh

Sumber lainnya menyebutkan, Sekda Aceh dan Kadis Perhubungan Aceh diperiksa di Markas Polda Aceh. Namun sumber internal dari markas kepolisian itu menyebutkan, keberadaan  Sekda Aceh di Mapolda Aceh hanya untuk menjalankan ibadah sholat berjamaah di mesjid yang berada di komplek Mapolda Aceh.

“Pak Taqwallah sering sholat berjamaah di situ,” sebut sumber yang enggan disebut namanya.

Terkait informasi tersebut, redaksi Atjehdaly.Id belum memperoleh keterangan resmi dari pihak KPK dan Polda Aceh, apakah benar sejak Kamis, 3 Juni 2021 malam, Sekda Aceh ditahan di Mapolda Aceh.

BACA..  Pemerintah Kabupaten Bireuen Mulai Menggarap Jalan Blang Rheum

Sebelumnya, Polri mencopot Kombes Margiyanta dari jabatannya sebagai Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Aceh karena melakukan kesalahan fatal. Pencopotan jabatan itu merupakan konsekuensi atas semua yang telah dilakukan.

“Bagi anggota yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan tugasnya, tentunya harus dipertanggungjawabkan kesalahan-kesalahan tersebut,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis, 3 Juni.

Pencopotan ini, lanjut Rusdi, merupakan komitmen Polri untuk memberikan hukuman kepada siapapun anggota Polri yang melakukan kesalahan. Sebab, dengan cara ini Polri dapat terus berkembang untuk menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat. (rp/MU/liputan6.com/voi.id)