Imigrasi Sabang Sosialisasikan Aplikasi Pelaporan Orang Asing

oleh -29 views

Sabang (AD) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, mendatangi hotel-hotel yang ada di Sabang guna sosialisasikan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) versi terbaru kepada penginapan, hotel dan perusahaan yang terdapat di wilayah Kota Sabang, Rabu (02/06).

Aplikasi APOA tersebut diciptakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, dan sudah mengalami pembaharuan sistem, yang sebelumnya hanya dapat di askes melalui Web saja, namun dengan versi terbaru ini para pemilik hotel dan penginapan dapat melaporkan Orang Asing selain melalui website apoa.imigrasi.go.id atau juga bisa dengan aplikasi “Pelaporan Orang Asing” yang dapat di download pada playsotre dan AppStore pada smartphone masing-masing.

BACA..  Fauzi Yusuf Buka Pelatihan Aplikasi SIGAP dan Latih 852 Operator

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Hanton Hazali melalui Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Fachryan mengatakan Aplikasi APOA ini merupakan implementasi dari Pasal 72 ayat 2 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian yang berbunyi “Pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai Orang Asing yang menginap di tempat penginapannya jika di minta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas”.

“Dengan memanfaatkan Aplikasi APOA, ini kita akan lebih mudah memperoleh informasi secara real-time mengenai data Orang Asing yang berada di Kota Sabang, berikut dengan tujuan kedatangan dan indentintasnya”, kata Fachryan.

BACA..  Fauzi Yusuf Buka Pelatihan Aplikasi SIGAP dan Latih 852 Operator

Hal ini juga lanjutnya, dapat memudahkan para pemilik hotel dalam melaporkan karena cukup mengisi pada aplikasi saja tanpa harus mengantarkannya ke Kantor Imigrasi.

Dalam kesempatan yang sama, para petugas Imigrasi Sabang juga melakukan pengawasan dan pengumpulan rekapitulasi data bulanan kepada pihak hotel dan penginapan di Sabang mengenai jumlah Orang Asing yang menginap di hotel tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari amanat Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian serta dalam rangka pelaksanaan Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor : IMI-0739.GR.01.01 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pengawasan administrasi dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru tanggal 08 April 2021. Di samping itu juga dalam rangka peningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan Keimigrasian di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya, dan di wilayah Kota Sabang pada khususnya. (Jalaluddin Zky).