Unit Reskrim Polsek Kuta Alam Ringkus Pembantu Rumah Tangga

oleh -271 views

Laporan | Ahmad Fadil 

Banda Aceh (AD)- Pencurian harta yang dilakukan oleh Pembantu Rumah Tangga (PRT) kembali terjadi di Banda Aceh. Kali ini, seorang wanita mengeruk harta kekayaan majikannya hingga 61,4 juta.

example banner

Sesuai dengan laporan polisi LP.B / 204 / XI / YAN.2.5 / SPKT tanggal 30 November 2020 tentang dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHPidana yang diterima oleh SPK Polsek Kuta Alam, Teuku Andryansyah Laksamana (36) warga Lampulo, Banda Aceh, melaporkan SW (31) warga salah satu gampong di Banda Aceh atas perbuatan yang dilakukannya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Muchtar Chalis, S.Pd.I mengatakan, SW melakukan aksi kejahatannya dimulai pada bulan Mei 2020.

“SW yang merupakan PRT dirumah korban menjalankan aksi kejahatannya pada bulan Mei 2020 dan hari Selasa 24 November 2020 SW melakukan aksi tersebut pada saat sedang membersihkan rumah milik korban dengan mengambil uang senilai Rp12.5 juta serta 18 mayam emas berbagai bentuk,” kata Kapolsek, Kamis 3 November 2020.

BACA..  Mukhtaruddin Maop Laporkan Akun FB "SM" Ke Polda Aceh

Selain itu, Kapolsek menjelaskan, pada hari Rabu 25 November 2020 sekitar jam 21.30 WIB, korban hendak mengambil uang miliknya yang berada dalam amplop warna coklat yang disimpan dibawah kasur kamar korban. Namun pada saat korban hendak mengambil uang, ternyata uang tersebut sudah tidak ada lagi.

“Pada saat korban hendak mengambil uang yang disimpan senilai Rp12,5 juta dalam amplop yang di letakkan dibawah kasur telah hilang. Lalu korban memeriksa emas miliknya yang disimpan di dalam lemari pakaian yang berada didalam kamar ibu korban, dan ternyata emas tersebut juga sudah hilang,” ungkap Kapolsek.

Emas berbagai bentuk dan ukuran yang disimpan ternyata juga hilang. Adapun emas yang hilang berupa seuntai kalung emas dengan berat 10 Mayan, seuntai kalung emas bertuliskan nama T. Adryansyah seberat 5 (lima) Mayan, serta seuntai gelang emas model rantai dengan berat 3 (tiga) mayam juga hilang.

BACA..  Mukhtaruddin Maop Laporkan Akun FB "SM" Ke Polda Aceh

“Korban dalam laporannya ke Polsek Kuta Alam memperkirakan, barang miliknya yang hilang senilai Rp61,4 juta,” jelas Iptu Muchtar Chalis.

Setelah menerima laporan bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian, lalu Kapolsek membetuk tim untuk mengusut kejadian tersebut dengan melakukan penyelidikan serta mengumpulkan bahan keterangan yang diperlukan.

“Pada hari Selasa 1 Desember 2020 sekitar jam 18.00 WIB, Unit Reskrim melakukan penangkapan terhadap pelaku yang merupakan PRT di rumah korban yang berada disalah satu gampong dalam Kecamatan Kuta Alam. Setelah dilakukan penangkapan terhadap PRT tersebut, selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Kuta Alam guna proses lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Menurut hasil pemeriksaan terhadap pelaku SW, dirinya membenarkan telah mengambil barang milik majikannya untuk kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Polisi melakukan penyitaan barang bukti baik dari hasil kejahatan maupun barang penjualan hasil kejahatan berupa seuntai gelang emas dengan berat tiga mayam, seuntai cincin emas dengan berat 1,6 mayam, seuntai kalung emas imitasi, seuntai gelang emas imitasi,” rinci Muchtar Chalis.

BACA..  Mukhtaruddin Maop Laporkan Akun FB "SM" Ke Polda Aceh

Selain barang tersebut, pihaknya juga menyita satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio 125 warna hitam merah dengan nomor polisi BL 3376 NAI beserta satu lembar STNK, satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio GT warna hitam biru dengan nomor polisi BL 6033 LAM, dan satu lembar STNK, satu unit TV LED merk Toshiba  32″, serta satu lembar karpet warna merah hitam.

Kapolsek mengimbau kepada seluruh warga agar berhati- hati dalam menyimpan barang berharga, simpanlah ditempat yang aman serta hindari memberitahukan kepada orang lain agar tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

Pelaku saat ini mendekam disel tahanan Polsek Kuta Alam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya serta dijerat dengan Pasal 362 KUHP dan diancam 5 tahun kurungan penjara. (*)