Masyarakat Subulussalam: Cuci Mulut Mu Ahok Pakek Sabun

oleh -69 views

Subulussalam | AP-Masyarakat Kota Subulussalam menggelar aksi Damai Jilid III dan Long Marc dari depan Mesjid Assilmi menuju ke Bundaran Simpang Tugu Bank Aceh Kota Subulusaalam menuntut kasus penistaan Agama yang dilakukan oleh Gubernur Dki Jakarta Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ), Jumat, 2 Desember 2016 Sekira Pukul 14.00 WIB.

Massa membawa kertas karton yang bertuliskan “Tangkap Ahok”, “Cuci mulut mu Ahok pakek sabun ” , “Adili Ahok dan penjarakan “, “Segera penjarakan Ahok demi kedamaiian umat Islam”, “Surat untuk Presiden RI agar mengirimkan pasukan perdamaian Myanmar.”

“Karena kami umat Muslim habis dibantai dan dibunuh secara keji, jihad adalah sebaik baik perlawanan.  Ahok bicara Itu pakek otak,” demikian teriak massa.

Orator lainnya, Satria Tumangger dalam aksi itu mendesak penegak hukum agar segara penjarakan Ahok karena telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Hari ini kita turun ke jalan menuntut keadilan sampai Ahok belum ditahan tetapi sampai hari ini belum ditahan. Hal ini tidak boleh menghina sesama agama. kami harapkan kepada Kejaksaan Agung agar segera menindak lanjuti kasus Ahok secepatnya,” desak dia.

Ketua Yara Kota Subulussalam, Edy mengatakan Indonesia negara kita Islam agama kita, barang siapa yang menistakan agama Islam berati itu musuh bersama.

“Hari ini kami berdiri sendiri dan umat Islam yang sekarang berada di Jakarta sebagai tanda kebencian terhadap Ahok,” ujarnya.

Orator lainnya, Juliamin Banurea mengatakan, hari ini masyarakat satu suara dan berdoa ke pada Allah SWT agar seolah-olah yang menistakan agama ini ada tembang pilih kepada pejabat.

Anggota Permusi Kota Subulussalam, Suryadi, mengatakan kini telah terbukti bahwa Ahok telah terbukti bersalah tapi sampai saat ini dia belum ditahan padahal sudah jelas telah menistakan kitab suci Alquran.

Nurmiana Alwi, angota perwiritan mengatakan, mereka bukan bicara tentang politik. “Silahkan di sana pemilihan tetapi Ahok segera ditahan karena telah menistakan alquran.. ini telah kedua kalinya kami turun ke jalan.. jangan sampai kesekian kalinya kami turun karena akan membahayakan negara ini,” ujarnya. [MU]