Delky: Tak Perlu Berspekulasi Siapa PJ Gubernur Aceh

oleh -129 views

Banda Aceh (AD)- Menjelang penetapan Pj Gubernur Aceh, berbagai spekulasi argumentasi bahkan terkesan memaksakan kehendak terjadi. Ironisnya lagi, para tim calon kandidat Pj Gubernur Aceh malah saling klaim kandidatnya sudah memegang SK, sudah dikeluarkan Keppres penunjukannya, sudah disahkan mendagri dan seterusnya.

“Spekulasi opini hingga bahkan terkesan terlalu belebihan sudah terjadi sejak DPRA mengumumkan 3(tiga) nama yang diusul dan semakin berlebihan beberapa hari yang lalu. Bahkan ada pula pihak yang pendukung kandidat yang mengklaim SK sudah diteken dan sebagainya,” ungkap Ketua Aceh Kreatif, Delky Nofrizal Qutni kepada media ini, Minggu 3 Juli 2022.

Padahal, kata Delky, jelas-jelas beberapa hari lalu itu Pak Presiden masih berjuang untuk menjalankan misi perdamaian dunia di Rusia dan Ukraina sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap perdamaian dunia.

“Lalu, pertanyaannya siapa yang teken, ini kan aneh dan terkesan sengaja membangun spekulasi opini publik,” ujar Delky.

Seharusnya, disaat kondisi seperti beberapa hari lalu yang perlu dilakukan adalah berdo’a dan mendukung langkah mulia Presiden RI Bapak Jokowi terkait perdamaian dan keamanan dunia, bukan malah sibuk memaksakan Pj Gubernur Aceh.

“Kita sebagai elemen sipil, jauh-jauh hari juga mengusulkan nama Dr Tgk M Adli Abdullah untuk Pj Gubernur Aceh walaupun tak diusul oleh DPR Aceh. Namun, kita sepenuhnya mempercayakan keputusan bijaksana itu kepada Presiden RI Bapak Jokowi, karena kita sangat yakin dan percaya Bapak Jokowi dengan kebijaksanaannya akan menunjuk yang terbaik untuk Aceh,” tutur mantan Pengurus Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh itu.

Menurutnya, seharusnya kita justeru tidak saling  tarik menarik terkait PJ Gubernur, lebih baik kita do’akan dan dukung seksama agar upaya yang telah dilakukan Presiden untuk perdamaian dunia dapat terwujud sebagaimana mestinya.

Selain itu, ia juga mengatakan, keputusan terkait Pj Gubernur Aceh merupakan hak perogratif sepenuhnya Presiden RI. Mari sama-sama mempercayakan keputusan itu kepada presiden.

“Yakinlah bahwa Bapak Presiden sangat paham, dan akan menunjuk yang terbaik untuk Aceh, siapapun itu. Jadi, kami menghimbau semua pihak untuk menghentikan spekulasi-spekulasi yang malah kesannya melangkahi hak perogratif presiden,” pintanya.

Untuk apa harus dibangun opini hingga ke warung-warung kopi, bahwa si ini sudah ditekenlah, sudah pastilah dan seterusnya. Oleh karena itu, tak perlu berspekulasi opini di masyarakat terlalu jauh, yang justru malah hanya menghadirkan kegaduhan opini.

“Mari sama-sama kita sampaikan ke masyarakat bahwa keputusan sepenuhnya adalah hak perogratif presiden, dan yakinlah presiden dengan kebijaksanaannya pasti akan menunjuk yang terbaik untuk Aceh, apalagi Pak Jokowi itu pernah sekitar 2 tahun tinggal di Aceh, beliau pasti paham betul tentang Aceh bahkan air yang diminum Jokowi di Aceh itu bisa jadi lebih banyak melebihi kandidat Pj Gubernur yang diusul DPRA beberapa waktu lalu,” kata.Delky.

Oleh karena itu, Delky menghimbau kepada semua pihak untuk dapat menghentikan upaya-upaya spekulasi  yang tak penting itu di publik. Stop spekulasi yang hanya menghadirkan kegaduhan di masyarakat. Mari kita percayakan kepada Bapak Presiden Jokowi, tunggu saja pengumuman resmi.

“Siapapun yang dimandatkan Presiden kita legowo dan sangat yakin itu yang terbaik untuk rakyat Aceh,” pungkas pemuda yang pernah mengusulkan nama Tgk Adi Abdullah untuk PJ Gubernur Aceh. (*)