Ada Indikasi Galian C Bukit Suling Dieksploitasi Tanpa Izin

oleh -49 views
ada indikasi
example banner

example banner

KUALASIMPANG (AD) Ada indikasi tanah Galian C di Kampung Bukit Suling, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, bermasalah dari sudut perizinan. Benarkah lahan yang dieksploitasi tersebut tanpa ijin?, berikut tanggapan pejabat berwenang.

Dari pantauan Atjehdaily.id, di lokasi tambang galian C, Sabtu, 1 Mei 2021 terlihat ada excavator (beko) sedang melakukan aktifitas eksploitasi dengan menggaruk dan mengeruk tanah Bukit Suling. Kemudian hasil pengerukan diangkut dengan menggunakan Dump Truck dan dijual kepada konsumen ke berbagai lokasi.

Akibatnya tanah yang berserakan dan berdebu di sepanjang jalan menuju kecamatan Rantau, diduga dari pekerjaan galian tanah di Bukit Suling tersebut.

BACA..  Tali Silaturahmi Terputus Pasca Dinas Perhubungan Aceh Larang AKDP

Pekerja yang mengawasi keluar masuk Dam Truck di lokasi galian tanah tersebut enggan memberikan jawaban kerena dirinya hanya pekerja.

“Kami hanya pekerja mengawasi keluar masuk Dump Truck,” katanya pada wartawan.

Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Rantau Pauh Siti Adnen, saat dikonfirmasi mengatakan soal galian tanah urug tersebut tidak mengetahui dengan persis.

“Soal Galian Tanah tersebut saya gak tau persis dan coba tanyakan kepada Sekretaris Desa,” kata Siti Adnen, saat dihubungi puluhan wartawan, melalui telepon seluler.

Sementara, Sekretaris Desa yang bernama Hakim, didampingi Pardilan Kepala Dusun Bukit Suling, di lokasi kegiatan galian tanah urug tersebut, kepada puluhan awak media mengatakan si pemilik tanah izin secara lisan dan tidak melalui tertulis.

BACA..  Serda Misthori Ikut Giling Padi Sertu Heri Lain Lagi

“Izin secara lisan ada, namun tidak secara tertulis, itupun si pemilik tanah, bukan pelaku usaha galian,”jelasnya.

Ia juga mengatakan aktivitas galian tanah urug tersebut sudah berjalan lebih dari tiga bulan lamanya dan tidak ada pemasokan untuk desa.

“Hanya saja menggunakan tenaga kerja dari Rantau Pauh, serta ada juga mereka menyumbang secara langsung ke Mesjid,” tegasnya.

BACA..  Forkopimda Plus Perketat Razia di Pos Check Point Perbatasan Aceh Sumatera

Kapolsek Rantau turut menanggapi terkait lokasi galian C yang disebut sebut ada indikasi  liar alias tanpa izin. Dia mengatakan belum mengetahuinya dan mereka sama sekali tidak pernah datang untuk melakukan pemberitahuan terkait kegiatannya.

“Saya sarankan agar rekan-rekan Wartawan dapat langsung ke Dinas terkait dan kami nantinya juga akan berkoordinasi dengan Polres Aceh Tamiang, karena ada juga galian tanah urug di sekitar tersebut yang sudah punya izin, namun untuk lokasi ini belum bisa dipastikan,” kata Kapolsek Rantau, saat dihubungi puluhan awak media melalui telepon seluler. (Zulherman)