Safaruddin Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Abdya

oleh -29 views

example banner

Abdya (AD)- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Safaruddin akan memperjuangkan sejumlah program yang diusulkan oleh masyarakat di Daerah Pemilihannya di Dapil IX meliputi, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Subulussalam.

Diantara program usulan yang akan diperjuangkan atas usulan warga untuk dimasukan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2022 yang meliputi bidang infrastruktur dan pembwrdayaan ekonomi.

Hal itu disampaikan Safaruddin usai melakukan kegiatan reses di tiga tempat di Kabupaten Aceh Barat Daya, Desa Gunung Cut, Desa Kuta Bak Drien dan Desa Kemukiman Rawa pada hari Jum’at 2 April 2021 lalu.

Safaruddin mengatakan, dirinya telah menampung sejumlah usulan-usulan warga setempat yang nantinya akan menjadi pokok-pokok pikirannya untuk diusulkan menjadi program yang dituangkan dalam APBA 2022.

“Keinginan masyarakat dari kunjungan ke tiga tempat tersebut, masih terbentur dengan nomenklatur yang ada. Banyak kegiatan yang diminta adalah kebutuhan dasar, seperti fasilitas olahraga, tanah kuburan, serta usulan lainnya yang bukan kewenangan Provinsi yang saat ini tidak mungkin kita bantu, karena itu merupakan kewenangan kabupaten,” kata Safaruddin dalam siaran persnya kepada media ini, Sabtu 3 April 2021.

Wakil Ketua DPRA ini juga menjelaskan, bahwa usulan yang menjadi kewenangan kabupaten tidak bisa diusulkan ke provinsi, hal itu dikarenakan terbentur dengan nomenklatur anggaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dalam penyusunan APBA.

“Ada kegiatan yang bersifat kabupaten, yang memang kabupatennya tidak ada anggaran. Ya itu masalahnya, di saat diusulkan ke kita tapi tidak bisa kita bantu,” kata Safaruddin.

Dari sejumlah program prioritas yang diusulkan oleh warga dari tiga tempat dalam reses tersebut, kata Safaruddin, hampir semuanya mengusulkan bantuan infrastruktur diantaranya pembangunan jalan, jembatan dan pengaman tebing.

“Kemungkinan faktor daerah ini sering terjadi bencana, maka hampir semua program yang mereka usulkan adalah infrasturktur. Ini salah satu program prioritas yang harus diperhatikan juga. Jika di anggaran 2022 bisa kita tampung semua serapan aspirasi ini, maka akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran, yang sebelumnya harus dimasukkan dulu ke Musrenbang,” ungkapnya.

BACA..  Bendahara SMSI Aceh Meninggal Dunia, Firdaus: Kami Turut Berduka Cita

Meski banyak usulan masyarakat di bidang infrastruktur, ia juga akan mendorong program di bidang pemberdayaan ekonomi agar masyarakat memiliki kemandirian dalam perekonomian nantinya.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga menginginkan kelompok ibu-ibu majelis taklim disetiap desa harus hidup mandiri, jangan sampai mereka dalam kebutuhannya bergantung kepada pejabat publik atau politik.

“Maunya majelis taklim itu punya usaha mandiri dan dikelola sendiri, sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh mereka sendiri. Dari mereka untuk mereka,” imbuhnya.

Terkait dengan kepemudaan, Safaruddin juga mendorong agar para anak muda membentuk kelompok-kelompok usaha, seperti kelompok pertanian, kelompok ternak dan kelompok usaha keterampilan.

“Misalnya, kalau kita bantu mesin jahit, jika mereka tidak terampil itu juga akan menjadi rongsokan dan kemudian akan jadi masalah nantinya. Jadi kita siapkan alatnya juga kita siapkan sumber daya manusianya,” tegas Safaruddin.

Selain itu, Politisi Partai Gerindra Aceh kelahiran Abdya ini juga menuturkan, dalam program yang akan diperjuangkannya ke depan adalah, memfokuskan untuk melahirkan industri-industri kecil atau usaha kecil menengah (UMKM) di kalangan masyarakat.

BACA..  LKPJ Gubernur Aceh 2020: Penghasilan Besar Belanja Kurang

“Tujuannya untuk mengejar target dalam menekan angka kemiskinan adalah dengan menghidupkan industri rumah tangga dan ekonomi kreatif bagi anak-anak muda yang tidak memiliki peluang pekerjaan. Mungkin dengan memberikan sedikit modal usaha atau pelatihan keterampilan sehingga mereka nanti punya usaha sendiri,” tutur Safaruddin.

Sementara itu, untuk industri skala besar serta mempercepat produksi pertanian, dirinya akan mengadvoksi hal tersebut ke Pemerintah Pusat.

“Saya akan advokasi ke DPR-RI dan Pemerintah Pusat agar masyarakat di Pantai Barat Selatan khususnya di daerah pemilihannya mendapatkan industri-industri besar khususnya kebutuhan mesin untuk mempercepat produksi pertanian warga,” pungkasnya.

Ia berharap, sejumlah program yang akan diperjuangkan nantinya dapat bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Jika kita bicara kemiskinan, setidaknya sudah mulai tergerak lah pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan sedikit terjawab tantangan kita dalam mengatasi persoalan kemiskinan,” pungkas Safaruddin. (Ahmad Fadil)