Pangkas Antrian di RSUDZA dengan Program Integrasi Data Penduduk

oleh -105 views
Jpeg

Banda Aceh (ADC)  – Dalam rangka menangani persoalan antrian dalam hal pelayanan dan penangan pasien di Rumah Sakit Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Manajemen RSUZA bersama Pemerintah Aceh melakukan Lounching program Integrasi Data Kependudukan dengan Sistem Imfomasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada RSUDZA yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, di Aula RSUDZA Banda Aceh, Senin (02/04/2018) sore.

Direktur RSUDZA, dr. Fachrul Jamal, SpAn., KIC.,

Direktur RSUDZA, dr. Fachrul Jamal, SpAn., KIC., persoalan antrian dalam hal pelayanan dan penangan pasien tersebut, merupakan suatu fenomena yang mungkin dialami oleh semua rumah sakit yang ada di Indonesia, karena, pendaftaran merupakan proses awalan dari seluruh proses rekam administrasi sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan.

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

“Registrasi pasien merupakan bagian depan dari pelayanan rumah sakit, disini pasien didata identitas dan keperluan kunjungannya rumah sakit, namun, dengan adanya integritas data tersebut, semua proses tadi dapat dipesingkat dari lima menit menjadi dua atau tiga menit,” katanya.

Dia menyebutkan, sistem integrasi data kependudukan dengan SIMRS tersebut susungguhnya dalah karya bakti anak negeri yang menjadi solusi memangkas antrian pasien yang berobat di rumah sakit.

Dengan sistem ini, kata Facrul Jamal, calon pasien rawat jalan bisa lebih cepat melakukan pendaftaran, karena pada saat Nomor Induk Kependudukan (NIK) pasien diinput dalam sistem, maka semua data pribadi pasien yang dibutuhkan oleh rumah sakit akan masuk dengan sendirinya.

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

Saat ini, lanjut Facrul Jamal, pihaknya sudah menjawab semua keluhan dan kebutuhan masyarakat, mulai menyiapkan 250 tempat tidur pasien, antrian online, hingga registrasi  online, sehingga pasien tidak perlu membawa apapun, cukup dengan menunjukkan NIK, maka semua proses dilakukan dengan cepat.

“Jadi siapapun yang mau berobat ke Banda Aceh, dari Irian Jaya atau dari manapun, tinggal menunjukkan KTP saja, datanya sudah mudah kita ambil, karena kita sudah terkoneksi dengan sistem Dukcapil pusat, namun untuk sistem berobat, seperti rujukan tetap berlaku,” tambah Facrul Jamal.

Sementara, Wakil Gubernur Aceh, Ir, Ir. Nova Iriansyah, MT., dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi dan selamat atas hadirnya program Integrasi Data Kependudukan dengan SIMRS pada RSUDZA tersebut.

BACA..  Natalius Pigai: Jakarta Harus Memahami Daerah Konflik

“Semoga program ini, bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan capaian sesuai dengan yang diharapkan,” kata Wagub Nova.

Wagub melanjutkan, RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan provinsi Aceh dan juga sebagai rumah sakit pendidikan yang dibanggakan, wagub berharap, dapat menjadi contoh bagi berbagai pelayanan kesehatan yang ada, baik dikelolah oleh pemerintah maupun swasta.

“Tentunya ini memerlukan berbagai usaha yang serius dan terus menerus dalam memperbaiki kinerja, kualitas pelayanan serta penunjang medis, jangan alergi terhadap kritik, karena pada dasarnya kritikan ini adalah masukan agar kinerja kita semakin baik,” tutup Wagub. [SUS].