Polda Aceh Ungkap Dua Kasus Penipuan

oleh -366 views

Laporan | Ahmad Fadil 

Banda Aceh (AD)- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh ungkap dua kasus penipuan dengan modus berbeda, yaitu menjanjikan kelulusan Bintara Polri dan rumah dhuafa.

example banner

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono, S.I.K didampingi Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Pol  Sony Sonjaya, S.I.K dalam gelar konfrensi pers yang berlangsung di Aula Rapat Direktorat Reserse Kriminal Umum Mapolda Aceh, Rabu 2 Desember 2020.

Dikatakan Kabid Humas, pada kasus penipuan yang menjanjikan kelulusan Bintara Polri, Polisi menangkap pelaku berinisial NZ (55) dan AA (44). Menurut pengakuan dari tersangka penipuan ini, dirinya mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Letnan Kolonel dan bisa mengurus Bintara Polri dengan meminta sejumlah uang kepada korban. Sedangkan AA bertugas membantu mengenalkan korban kepada NZ serta meyakini korbannya.

BACA..  Panitia Penerimaan Calon SIPSS Polri Tandatangani Pakta Integritas

“Modus pelaku penipuan ini, NZ mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Letnan Kolonel dan bisa mengurus Bintara Polri,” ungkap Kombes Pol Ery Apriyono.

Selain itu, Kabid Humas juga menjelaskan, awal mula kasus ini berawal pada tanggal 15 Desember 2017 lalu. Korban atas nama Suwandi bersama Hamdani dipertemukan oleh AA dengan tersangka NZ untuk membuat kesepakatan mengurus kelulusan anak korban menjadi anggota Polri dan meminta uang sebesar Rp170 juta.

Ternyata anak korban tidak lulus menjadi anggota Polri. Merasa telah ditipu oleh tersangka, korban pun melaporkan ke Polisi. Kedua tersangka saat ini sudah ditangkap.

“Tersangka NZ ditangkap di Tebing Tinggi Sumatera Utara, sedangkan tersangka AA ditangkap di tempat kerjanya yang berada di kawasan Lampaseh Kota, Banda Aceh,” kata Kabid Humas.

BACA..  Mahasiswa : Merugikan Masyarakat, Dugaan Proyek Fiktif 4,9 Milyar Harus di Usut Tuntas Oleh Kejari Lhokseumawe

Selain itu, Kabid Humas Polda Aceh menambahkan, terhadap kasus kedua yang berhasil diungkap adalah, terrkait kasus penipuan rumah dhuafa dengan korban atas nama Muhammad Nasir beserta 16 korban lainnya dengan total kerugian sebesar Rp230 juta.

Tindak pidana penipuan tersebut, kata Kabid Humas, dilakukan oleh RZ dengan cara menjanjikan pekerjaan rumah dhuafa kepada korban sebanyak 20 unit gratis tanpa biaya yang berlokasi di wilayah Aceh.

“Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengatasnamakan Kementerian PUPR,” jelasnya.

Setelah korban berminat, tersangka meminta sejumlah uang untuk biaya Surat Perintah Kerja (SPK) untuk setiap satu unit rumah dhuafa sebesar 4 juta rupiah. Korban telah menyerahkan uang kepada tersangka sebesar Rp230 juta.

BACA..  Ini Profesi Kelima Terduga Teroris Yang Diamankan di Aceh

“Untuk menyakinkan korbannya, tersangka RZ Cs memberikan SPK bodong (palsu) bersama RAB dan gambar. Sementara pekerjaan rumah dhuafa tersebut tidak ada, dan uang yang telah diserahkan korban sudah habis dipergunakan tersangka untuk keperluan pribadinya,” ungkap Kabid Humas Polda Aceh.

Korban merasa sudah ditipu dan dirugikan serta uang yang telah digelapkan, korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Aceh. Berdasarkan laporan tersebut, Polisi menangkap tersangka RZ, MLK, dan tersangka utama JK.

“Semua tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolda Aceh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya masing-masing,” pungkas Kombes Pol Ery Apriyono. (*)