Politisi Muda Aceh Jaya Berduka Musibah Banjir Tangse Pidie

oleh -129 views

Politisi Muda Aceh Jaya Berduka Musibah Banjir Tangse

CALANG (AD) – Politisi Muda Aceh Jaya, Nasri Saputra berduka, atas musibah banjir yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Pidie, Aceh. Sepekan terakhir ini.

Akibat curah hujan yang melewati abang batas normal, menyebabkan rusaknya infrastruktur dibeberapa wilayah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pidie.

“Saya turut berduka, atas musibah ini, meski tak ada korban jiwa, namun beberapa infrastruktur rusah parah, akibatnya, masyarakat kehilangan mata pencaharian dari sektor Pertanian, Perkebunan dan Niaga,” jelasnya pada atjehdaily.id. Selasa, 2 November 2021 di Calang.

Banjir menggenangi lahan pertanian dan perkebunan masyaarakat, hingga dipasti akan terjadi gagal panen.

Selain merusak Pertanian dan Perkebunan, banjir juga merendam badan jalan pada titik ruas jalan penghubung lintas gampong di Kecamatan Tangse terputus. Banjir luapan sungai Pucok juga merendam permukiman penduduk.

“Kita ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Tangse, ini musibah dari yang maha kuasa yang merupakan ujian bagi kita,” kata politisi PDA itu.

Dalam keprihatinannya, Nasri menyebutkan banjir Tangse tidak terlepas dari maraknya perambahan hutan, penambangan ilegal yang tidak tertata dan teratur di area kawasan Hutan Lindung Ulu Masen yang terkesan adanya pembiaran.

“Kesannya ada pembiaran. Namun kita semua harus mengedepankan azas praduga tidak bersalah. Kita juga berharap aktifitas Illegal Logging dan ilegal mining kalau tidak berhasil ditertibkan akan tetapi harus ada upaya bersama untuk diminimalisir,” sebutnya

Padahal jika mengacu pada Undang – Undang illegal logging dan ilegal mining termasuk tingkat kejahatan yang serius karena berdampak ancaman langsung terhadap lingkungan dan ekosistem.

“Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Pasal 1 angka (2) Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum,” Pungkas Nasri

Putra Pasie Raya Aceh Jaya itu juga mengkhawatirkan dan meminta waspada masyarakat Aceh Jaya khususnya Teunom – Pasie Raya, terhadap kemungkinan terjadinya banjir yang terkadang tiba – tiba, tidak tertutup kemungkinan juga terjadinya banjir bandang jika hutan terus diganggu.

“Khususnya Pasie Raya – Teunom perlu mewaspadai, secara perbatasan Teunom – Pasie Raya Aceh Jaya berbatasan langsung dengan Tangse Pidie. Dan Pucok Kreung Teunom itu di Pidie serta muara krueng sikuleh ke krueng teunom,” tutup Nasri. [T. Ahmad Fadil].