Sekda Sabang Resmi Dicopot Teuku Nurul Qamar, SE, Ak, M.Si Menjabat Pelaksana Tugas BPKD

oleh -1.165 views

Laporan | Zalaluddin KY

SABANG (AD) – Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Zakaria, MM resmi dicopot dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sabang. Sementara Teuku Nurul Qamar, SE, Ak, M.Si, menjabat sebagai Plt menggantikan posisi Drs Zakaria, MM.

Penggantian tersebut sesuai Keputusan Walikota Sabang Nomor : 821.1/694/2020 Tentang Penunjukan Dalam Jabatan Sebagai Palaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Sabang, yang ditandatangani Walikota Sabang, Nazaruddin, S.I.Kom, tanggal 21 Oktober 2020.

Terkait penggantian Sekda Kota Sabang dalam merangkap jabatan itu, Ketua Fraksi Partai Nasional Bersatu (Parnas) Kota Sabang Darmawan, SE, kepada atjehdaaily.id mengatakan, sesungguhnya langkah yang diambil Walikota Sabang, mencopotkan Sekda dari jabatan Plt Kepala BPKD sangat tepat.

BACA..  Jangan Rekam dan Foto, Ini Ruang Saya

“Saya mewakili teman-teman dari Partai Nasional di Dewan Perwakilan Rakyat Kota Sabang, memuji langkah Walikota Sabang yang telah mencopot Sekretaris Daerah dari jabatan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Sabang”, kata Darmawan, SE, yang lebih dikenal sapaan Raja ini.

Raja mengungkapkan Sekda Kota Sabang Drs Zakaria, MM, selama ini selain tugas yang diembankan sudah cukup berat ditambah lagi dengan penanganan Covid-19. Karena, selain mengurus administrasi dokumen daerah dan juga mengurus anggaran Covid-19 yang tidak sedikit. Apalagi, anggaran Covid-19 yang sekian banyak telah dihabiskan belum lagi dipertanggungjawabkan.

“Selain tidak elok seorang Sekretaris Daerah merangkap jabatan dan juga Pak Sekda itu, banyak tugas pokok yang diembankan dan belum lagi ditambah dengan mengurus masalah pandemi, dimana anggarannya yang sudah terealisasi belum dipertanggungjawabkan”, tandasnya.

BACA..  Optimis Kawasan Free Port Sabang Menuju Extraordinary

Fraksi Parnas Kota Sabang juga berharap kiranya Walikota Sabang, tidak menempatkan pejabatan yang besifat sementara tetapi alangkah baiknya tempatkan pejabat definitif, apalagi dalam pengelolaan uang negara sangat rawan dan sensitif jadi tidak menunjukan pejabat sementara seperti Plt.

“Harapan kami dari Fraksi Parnas simpel saja yakni melantik pejabat yang definitif bukan Pelaksana Tugas, seperti yang dilakukan selama ini dimana, setelah pejabat lama pensiun Walikota menunjuk Sekda sebagai Pelaksana Tugas, kemudian pada penghujung tahun mencopot Sekda dan menunjuk Sekretris BPKD sebagai Pelaksana Tugas juga ini agak aneh” imbuhnya.

Pihaknya juga mempertanyakan bahkan untuk pejabat setingkat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, jika memang tidak dimiliki dilingkungan Pemko Sabang, Walikota dapat menyurati Gubernur Aceh untuk meminta pegawainya guna ditempatkan di Sabang.

BACA..  UMKM Lokomotif Ekonomi Rakyat

“Jika memang tidak ada pegawai dilingkungan Pemko untuk diangkat untuk Kepala BPKD, maka Walikota Sabang dapat menyurati Gubernur Aceh, guna meminta orang dari sana ditampatkan pada jabatan tersebut. Bahkan, pejabat lama yang pernah menduduki jabatan tersebut kan bisa dikembalikan ke Sabang”, sebut Raja disela-sela ngopi bareng bersama para anggota dewan dan pimpinan dari Partai Nasional, di Zero Coffee Minggu (01/11) malam.

Sementara mantan Plt BPKD yang juga Sekda Kota Sabang Drs Zakaria,MM sulit dihubungi bahkan, pejabat penting ini enggan membalas saat beberapa kali dikonfirmasi media ini melalui layanan Hand Phone. Termasuk saat dikonfirmasi terkait dirinya dipenggil Kejaksaan Negeri Sabang baru-baru ini. (*)