banner 700250

KPA Tidak Yakin DPRA Punya Nyali Gulingkan Plt Gubernur Aceh

oleh -574 views

Banda Aceh (AD)- Kritikan dan kecaman bahkan hingga ancaman interpelasi penggulingan Plt Gubernur Aceh dilontarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Ancaman ini dinilai tidak lebih dari gertakan sambal semata.

“Pasalnya, sejumlah persoalan yang dibahas DPR Aceh hingga yang telah diparipurnakan pun tidak dianggap dan diabaikan oleh Pemerintah Aceh,” ungkap Koordinator Kaukus Peduli Aceh (KPA) Muhammad Hasbar Kuba kepada media ini, Rabu 2 September 2020.

Menurut KPA, para wakil rakyat di Parlemen Aceh saat ini dinilai kecil kemungkinan akan melakukan interpelasi, apa lagi penggulingan.

“Mana ada nyali dewan, gak ada darah, kalau urusannya cuma karena Plt Gubernur tidak hadir berulang kali saat diundang DPR Aceh. Mirisnya lagi, proyek ‘Multi Years’ yang telah dibatalkan melalui sidang paripurna DPRA diabaikan begitu saja, dan tendernya terus dilanjutkan. Lantas DPRA bisa apa?,” ujar Hasbar.

BACA..  Setengah Warga Tamiang Tak Punya Akta Kelahiran

KPA menilai, sejauh ini banyak masyarakat mulai meragukan kekuatan para wakil rakyat di Parlemen Aceh.

Kata Hasbar, jika suara wakil rakyat di Parlemen tidak digubris, tentunya ‘Marwah’ lembaga legislatif itu tidak lebih dari cerita dongeng wakil menjelang tidur. Kalau dilihat kondisi DPR Aceh saat ini, jangankan ancaman penggulingan, interpelasi saja bisa jadi tidak berani dilakukan.

“Jika diibaratkan, lembaga legislatif itu ibarat macam ompong, mengaum sekuatnya pun tidak dianggap dan tidak terlalu penting,” kata Hasbar.

Maka dari itu, sudah sepatutnya lembaga Parlemen Aceh dapat membuktikan kembali taringnya dengan mengembalikan kepercayaan publik, legistimasi dan eksistensi para wakil rakyat.

Jika kisah yang kini disenandungkan DPRA hanya cerita ancaman interpelasi untuk memastikan alokasi dana aspirasi, maka alangkah eloknya DPRA datang, duduk manis, kemudian diam seribu bahasa.

“Kali ini kita tantang keberanian DPRA untuk melakukan interpelasi, jika memang mampu membuktikan dapat menggulingkan seperti apa yang telah dilontarkan. Tapi, sepertinya sangat kecil keberanian DPRA untuk benar-benar membuktikan ke publik,” tantang Koordinator KPA ini.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, kondisi DPR Aceh hari ini sangat menyedihkan. Kesedihan ini bukan karena persoalan dana aspirasi yang masih simpang siur, tetapi lebih kepada persoalan menurunnya ‘Marwah’ dan mulai tergusurnya kekuatan legislatif dalam melakukan fungsi serta tugasnya.

“Penganggaran atau budgetting, bisa saja tidak dilibatkan dengan dilakukan Pergub yang berefek kepada zonk nya dana aspirasi. Maka fungsi pengawasan juga tidak berujung dan tidak maksimal. Itu bisa dibuktikan sendiri, berapa banyak temuan DPR Aceh yang ditindaklanjuti dan dituntaskan. Bahkan urusan legislasi juga tak berjalan baik, bisa dicek berapa banyak Prolega yang telah dibahas dan disahkan,” bebernya.

Oleh karena itu, KPA menyarankan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk segera berbenah diri. “Para wakil rakyat harus berbenah, harus benar-benar tegas dan kongkrit. Jika tidak, ya wajar saja lah, bila wakil rakyat dianggap hanya sebagai pelengkap penderitaan dalam perjalanan pemerintahan di Aceh,” tutup Hasbar Kuba. (R)