banner 700250

BNN Gelar Rakoor Dengan Instansi Pemerintah

oleh -166 views

Sabang (AD) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sabang, menjalankan program pemberdayaan masyarakat anti narkoba, Rabu (02/09/20) dan menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) dengan instansi pemerintah, di aula kantor BKPSDM setempat.

Pada kesempatan tersebut Asisten II Pemerintah Kota Sabang Drs. Kamaruddin menyampaikan, rencana aksi dalam mewujudkan birokrasi bebas narkoba perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen dan lapisan masyarakat.

Guna mewujudkan sebuah konsep pencegahan peredaran narkoba dikalangan masyarakat perlu mendapat perhatian dari instansi terkait. Selain adanya sebuah program di instansi masing-masing, para pejabat eselon juga mempunyai tanggung jawab untuk membina bawahnya agar terhindar dari narkotika.

BACA..  Kapendam IM : TMMD Pengabdian Untuk Negeri

“Peredaran narkoba ini bukan lagi rahasia umum, tapi sudah sangat menghawatirkan dan menjamah seluruh lapisan masyarakat”, kata Kamaruddin.

Narkoba ini tidak menyerang sekmen tertentu saja, baik pemakai, pengedar sudah masuk ketengah-tengah kehidupan masyarakat.

BACA..  Ibu TP PKK Bireuen Ikut Bimtek

” Hal itu juga telah masuk ke instansi, bahkan di Pemko Sabang sediri sudah beberapa orang diberhentikan karena terkait dengan kasus narkoba”, ujarnya.

Menurutnya, yang terpenting saat ini bagaimana menyelamatkan generasi muda agar terhindar dari narkotika karena dampaknya cukup banyak, begitu juga dikalangan berokrasi harus terbebas dari narkotika sehingga pelu ada rencana aksi.

Berokrasi yang terkontaminasi narkoba akan tidak sehat lagi, sehingga perlu mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait.

Melalui berbagai edukasi, baik di sekolah maupun di kalangan kantor perlu dilakukan, dan menjadikan masyarakat dan para ASN sebagai pengiat anti narkoba.

Saat ini perkembangan peredaran narkoba merupakan kejahatan kemanusiaan, yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yang serius.

Para ASN diharapkan tidak terlibat dengan narkoba dan dijajaran organisasi perangkat daerah (OPD) perlu juga melaksanakan tes orine, ujar Kamaruddin.

Sementara itu Kabid P4GN BNN Provinsi Aceh Masduki menambahkan, penanganan pencegahan peredaran narkoba dapat di bentuk tim terpadu daerah yang menangani pencegahan peredaran narkoba., sebutnya.

Selain dilakukan penindakan lanjutnya, perlu dilakukan pencegahan melalui berbagai sosialisasi kepada seluruh masyarakat, terutama para generasi muda. Pasalnya, Narkoba bukan hanya soal hukum, ekonomi, dimana dulunya hanya orang kaya, atau di kota saja yang tersangkut dengan narkoba, namun saat ini hampir semua kalangan, baik perempuan bahkan anak sudah terkontaminasi dengan narkoba.

Maka, sebagai langkah preventif dalam rangka pencegahan narkotika di sejumlah instansi pertikal melakukan tes urine secara berkala. Stakeholder harus semua terlibat dalam hal pencegahan peredaran narkoba, dimana peredaran narkoba sudah mengurita, dan untuk itu peran serta masyarakat sangatlah penting, ujarnya.

Plt kepala BNN Kota Sabang Drs. Agussalim mengatakan, rapat koordinasi program pemberdayaan masyarakat anti narkoba dengan instansi pemerintah ini diikuti 30 peserta yang tediri dari pejabat eselon III dan IV.

Melalui rakor ini akan ada berbagai masukan dalam rangka optimalisasi kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Kota Sabang., tandasnya.

Kontributor Sabang : Jalaluddin